Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 13:14 WIB | Senin, 21 Juli 2014

DK PBB Sidang Darurat Bahas Gaza

Riyad H. Mansour, Duta Besar Palestina untuk PBB berbicara kepada media di luar majelis Dewan Keamanan pada 20 Juli 2014 di markas PBB di New York setelah pertemuan darurat Dewan Keamanan terkait situasi di Gaza. (Foto:AFP)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM - dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengadakan pertemuan darurat  pada hari Minggu (20/7) malam  waktu setempat untuk membahas situasi di Gaza, di mana jumlah korban mmeninggal dari Palestina melewati 100 orang dalam satu hari.

Para diplomat mengatakan bahwa pertemuan itu terbuka untuk umum dan ditetapkan mulai pukul  21:30 waktu setempat (atau pukul 0130 GMT  atau pukul 08.30 WIB hari Senin). Pertemuan itu permintaan  Yordania sebagai anggota dewan, setelah permintaan yang disampaikan Presiden Palestina, Mahmud Abbas.

Pada pertemuan  pemimpin regional di Doha yang membahas agenda darurat gencatan senjata, Abbas mengatakan tentang "apa yang dilakukan pasukan pendudukan hari ini di Shejaiya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan."  Hal itu mengacu pada serangan Israel di dekat Kota Gaza yang telah merenggut nyawa 62 warga Palestina dan melukai 250 lainnya.

"Mereka yang melakukan hal itu tidak akan luput dari hukuman," tambah Abbas. Korban serangan Israel ke Gaza dalam satu pekan lebih telah merenggut  438 nyawa. Serangan itu menjadi yang paling berdarah di Gaza dalam lima tahun terakhir, juru bicara layanan darurat mengatakan lebih dari sepertiga korban adalah perempuan dan anak-anak.

Militer Israel mengatakan 13 tentara tewas di Gaza pada hari ketiga operasi darat secara besar-besaran. Sayap bersenjata Hamas mengklaim telah menculik seorang tentara Israel, dan mengadakan perayaan di jalan-jalan Kota Gaza dan kotaTepi Barat.

Sebanyak 15 anggota Dewan mengadakan pertemuan pada hari Jumat tentang Gaza namun gagal mencapai kesepakatan untuk menghasilkan deklarasi bersama.

Sejak konflik dimulai pada tanggal 8 Juli, Dewan juga mengadakan pertemuan pada 10 Juli, sebelum menyerukan gencatan senjata dalam sebuah deklarasi bulat. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, di Doha menyerukan upaya gencatan senjata.

Dia mengutuk "tindakan mengerikan" di Shejaiya dan mendesak Israel untuk "menahan diri secara maksimum."  "Terlalu banyak orang tak berdosa yang meninggal ... (dan) hidup dalam ketakutan," kata Ban dalam konferensi pers di Doha. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home