Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 14:47 WIB | Jumat, 22 April 2016

DPR Kritik Kejagung Beri Perlakuan Istimewa Pada Buronan BLBI

Terpidana kasus BLBI, Samadikun Hartono, tiba di Bandara Halim Perdanakusuma bersama Kepala BIN Sutiyoso, Kamis (21/4/2016). (Foto: Dok. satuharapan/ tribunnews.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Anggota Komisi III Dewan Perwakilaran Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Wihadi Wiyanto, menilai ada perlakukan istimewa pada Samadikun Hartono, seorang buronan 13 tahun dalam kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“Jaksa Agung tidak seharusnya menjemput buronan yang sudah melarikan diri,” kata Wihadi saat dihubungi wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, hari Jumat (22/4).

Selain itu, kata Wihadi, tidak ada aturan di Kejaksaan Agung untuk memberikan keistimewaan kepada buronan. Ini akan dianggap menciderai rasa keadilan bagi masyarakat.

“Tidak ada aturan, tapi kenapa harus Jaksa Agung sendiri yang menjemputnya? Apakah karena Samadikun sanggup membayar dendanya sampai Rp 164 miliar sehingga di sambut oleh Jaksa Agung, ‎padahal nilai 169 miliar itu untuk saat ini nilai yang kecil melihat aset Samadikun di Indonesia yang sudah triliunan?” kata dia.

“Jadi dia (Samadikun) kembali membayar kerugian negara 13 tahun yang lalu nilainya adalah menjadi kecil untuk saat ini. Jadi, kalau Jaksa Agung menyambut itu sungguh terlalu mengistimewakan buronan itu,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi III, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa perlakukan istimewa kepada Samadikun merupakan anomali hukum di Indonesia.

“Itulah anomali hukum kita. Komisi III perihatin dan menyesalkan bagaimana bisa buronan yang diburu belasan tahun diperlakukan istimewa,” kata dia.

“Seharusnya para penegak hukum itu memberikan perlakuan yang sama dengan para pelaku kejahatan lainnya, dan kami berharap hal tersebut tidak terulang kembali, karena mencerai rasa keadilan bagi masyarakat,” dia menambahkan.

Samadikun mendapatkan perlakuan istimewa setelah ditangkap setelah menjadi buronan selama 13 tahun.‎ Adapun keistimewaan itu di antaranya Samadikun tidak diborgol, disambut Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo, di VIP Bandara Halim Perdanakusumah, dibawa dari China ke Jakarta menggunakan pesawat mahal atau non komersil.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home