Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 09:14 WIB | Senin, 21 September 2020

Dua Anak Badak Jawa Lahir di TN Ujung Kulon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan kelahiran dua Badak Jawa di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon, masing-masing satu jantan dan satu betina. Kedua individu baru tersebut dapat diketahui dari hasil monitoring tim Balai TN Ujung Kulon sejak bulan Maret hingga Agustus tahun 2020 dengan menggunakan 93 video kamera jebak. (Foto: Humas KLHK)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Dua anak badak Jawa yang sangat langka telah terlihat di taman nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten, dan hal itu meningkatkan harapan akan masa depan salah satu mamalia paling terancam di dunia ini.

Anak badak, betina bernama Helen dan jantan bernama Luther, terlihat bersama induk mereka dalam rekaman yang diambil dari hampir 100 perangkap kamera yang dipasang di taman nasional Ujung Kulon antara Maret dan Agustus, kata pernyataan dilansir di situs Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK), pada Minggu (20/9) di .

Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di ujung paling barat Pulau Jawa di Provinsi Banten, adalah habitat liar terakhir bagi badak jawa yang tersisa. Tahun lalu juga tercatat ada empat kelahiran baru badak Jawa.

Setelah bertahun-tahun populasinya menurun, kedatangan anak badak baru membuat jumlah mamalia langka ini menjadi 74 ekor, 40 betina dan 34 jantan.

Taman nasional ini meliputi sekitar 12.600 hektare hutan hujan yang rimbun dan banyak aliran air tawar. Disebutkan bahwa etersediaan pakan bagi badak Jawa di semenanjung Ujung Kulon masih relatif sangat baik.

Pemerintah Indonesia telah mensurvei daerah lain di pulau Jawa dan Sumatera untuk merelokasi badak dari bahaya Gunung Krakatau, gunung berapi yang aktif tidak jauh dari taman nasional.

“Kelahiran ini membawa harapan besar bagi kelangsungan hidup badak Jawa khusus yang terancam punah,” kata Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK.

“Kelahiran Badak Jawa di TN Ujung Kulon tersebut juga mempertegas bahwa populasi Badak Jawa terus mengalami perkembangbiakan alami dengan baik, sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup  satwa langka  spesies Badak Jawa” kata Wiratno.

Badak jawa memiliki ciri lipatan-lipatan pada kulit yang kendur sehingga terlihat seperti memakai lapisan pelindung.

Mereka pernah berjumlah hingga ribuan di seluruh Asia Tenggara, tetapi populasinya menurun akibat perburuan yang merajalela dan perambahan manusia di habitat mereka.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home