Loading...
DUNIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 17:07 WIB | Kamis, 17 Juli 2014

Dubes Palestina: Yesus Lahir di Palestina

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi saat dijumpai di Kantor Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (16/7). (Foto: Martahan Lumban Gaol)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi menyetujui pesan Natal yang disampaikan Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas pada 2013, perihal pernyataan Yesus adalah orang Palestina. Menurutnya hal itu tepat, karena Palestina adalah tempat kelahiran Yesus dan agama Kristen. Yesus lahir di sebuah kota yang terletak di Palestina, yakni Betlehem.

“Yesus lahir di tanah Palestina, yakni di Kota Betlehem. Oleh karena itu saya juga katakan bahwa kekristenan lahir di Palestina,” ucap Fariz Mehdawi, saat kepada satuharapan.com, Rabu (16/7).

Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas dalam pesan Natal 2013 lalu. Saat itu, Mahmud Abbas menyebut Yesus adalah utusan Tuhan dari Palestina yang akan menjadi cahaya penuntun bagi jutaan umat manusia di seluruh dunia.

Menurutnya, konteks tersebut berdasarkan pada tempat kelahiran Yesus. Ia pun beranalogi dengan mengatakan bila seseorang lahir di Indonesia, maka dia adalah warga negara Indonesia.

“Bila Anda lahir di Indonesia, maka Anda menjadi orang Indonesia,” kata Fariz.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia itupun menyampaikan bahwa kekristenan bukan datang ke Palestina. Menurutnya, kekristenan dimulai di Palestina dan lahir di negara yang terletak di bagian barat benua Asia tersebut.

“Kekristenan tidak datang ke Palestina, tapi kekristenan dimulai dan lahir di Palestina,” tutur dia.

Oleh karena itu, menurutnya, bagi masyarakat Palestina Yesus adalah sebuah keajaiban, karena Ia lahir dari darah perawan Maria yang diberikan anugerah oleh Tuhan. Maria diberi anugerah oleh Tuhan untuk mengandung Yesus.

“Yesus adalah keajaiban dari Tuhan, karena Ia dilahirkan dari darah perawan Maria,” Fariz Mehdawi menegaskan.

Perjuangan kemerdekaan Palestina bukan hanya perjuangan kelompok agama tertentu. Pada wawancara satuharapan.com dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, tahun lalu, ia menjelaskan duduk persoalan dengan gambalang. Berikut liputannya:

Dubes Palestina: Israel Melanggar Solusi Dua Negara
Dubes Palestina: Kekristenan Lahir di Palestina
Dubes Palestina Ucapkan Selamat HUT RI, Indonesia adalah Role Model Bagi Palestina
Dubes Palestina untuk Indonesia Optimis Perundingan Damai Menguntungkan Bangsanya
UNRWA Imbau Indonesia Tingkatkan Bantuan untuk Palestina
Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina

Editor : Bayu Probo


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home