Loading...
MEDIA
Penulis: Sabar Subekti 09:11 WIB | Selasa, 12 Oktober 2021

Duterte Akhirnya Mengucapkan Selamat pada Ressa

Maria Ressa, pemimpin media Rappler mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian 2021. Dia kritikus yang tajam terhadap pemerintahan Rodrigo Duterte.
Jurnalis Filipina dan CEO Rappler, Maria Ressa, salah satu pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2021, berpose di Taguig City, Metro Manila, Filipina, 9 Oktober 2021. (Foto: Reuters/Eloisa Lopez)

MANILA, SATUHARAPAN.COM-Kantor Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada hari Senin (11/10) memberi selamat kepada jurnalis Maria Ressa karena memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian, menyebutnya "kemenangan bagi seorang Filipina" yang membuatnya senang melihatnya.

Ressa, pendiri situs berita Filipina, Rappler, dan Dmitry Muratov dari Rusia berbagi hadiah tahun 2021 setelah menantang kemarahan para pemimpin Filipina dan Rusia untuk mengungkap korupsi dan kesalahan aturan.

Ressa telah menghadapi berbagai tantangan hukum di pengadilan terkait dengan pelaporan investigasi Rappler tentang pemerintah Duterte, perang berdarahnya terhadap narkoba, dan penggunaan media sosialnya untuk menargetkan lawan.

"Ini adalah kemenangan bagi seorang Filipina dan kami sangat senang untuk itu," kata juru bicara kepresidenan, Harry Roque, pada konferensi pers reguler, menanggapi pertanyaan tentang apa arti penghargaan itu bagi pemerintah.

"Tentu saja benar ada individu yang merasa Maria Ressa masih harus membersihkan namanya di depan pengadilan," katanya, dalam komentar pertama pada penghargaan hari Jumat dari kubu Duterte.

Duterte menggambarkan Rappler, yang diluncurkan pada 2012, sebagai "outlet berita palsu" dan alat Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat, yang oleh Ressa dianggap sebagai omong kosong.

Penghargaan itu dipuji oleh banyak orang di Filipina, dengan para kritikus mengatakan itu adalah teguran terhadap Duterte, yang sering mengkritik Rappler.

Itu adalah Hadiah Nobel Perdamaian pertama untuk Filipina dan yang pertama bagi jurnalis sejak Carl von Ossietzky dari Jerman memenangkannya pada tahun 1935. Kremlin memberi selamat kepada Muratov pada hari Jumat, menggambarkan jurnalis investigasi itu berbakat dan berani.

Ditanya pada hari Senin apa pesannya untuk Duterte, Ressa mendesaknya untuk tidak mengejar pendekatan memecah belah dan menaklukkan. "Saya mohon, satukan bangsa ini. Jangan pisahkan kami," katanya dalam wawancara dengan saluran berita ANC. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home