Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 11:06 WIB | Minggu, 17 Januari 2016

Ekonom BNI Yakin Bonus Demografi Bisa Untungkan Indonesia

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia 1946 (BNI) Ryan Kiryanto. (Foto: Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kepala Ekonom Bank Nasional Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto, meyakini bonus demografi yang ditandai dengan tingginya jumlah penduduk usia produktif bisa menguntungkan perekonomian Indonesia.  

Bahkan, katanya, Tiongkok pun seakan "iri" atas kondisi Indonesia tersebut dan menambah jumlah anak maksimal menjadi dua orang bukan lagi wajib seorang, per keluarga mulai 2016.

"Saat ini Tiongkok menghadapi tingginya populasi manusia usia lanjut. Indonesia justru sebaliknya, usia produktif semakin banyak disertai kelas menengah perkotaan yang memiliki daya beli kuat," ujar Ryan dalam sebuah diskusi di Jakarta, hari Jumat (15/1) malam.

Bonus demografi sendiri diperkirakan baru bisa dinikmati oleh Indonesia pada rentang 2020-2030.

Saat itu diprediksi jumlah usia usia produktif (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedangkan 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun).

Selain keadaan tersebut, Indonesia juga diuntungkan dengan pengalaman Tanah Air yang sudah beberapa kali menghadapi krisis ekonom dan berhasil melaluinya.

Semua hal itu diyakini merupakan prospek yang baik di tahun-tahun mendatang dan mendukung rencana jangka panjang Presiden Joko Widodo untuk Indonesia.

Pada 2015-2085, Jokowi menargetkan Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia serta ingin Indonesia menjadi pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban di dunia.

Kedua cita-cita tersebut tertuang dalam "kapsul waktu" bersama lima harapan lainnya akan Tanah Air.

"Ini pula menjadi orientasi pembangunan infrastruktur, yang telah dimulai secara masif, dalam jangka panjang," kata Ryan.

Oleh karena itu, dia berharap, pengawasan ketat dari pemerintah bisa terus dilakukan, seperti yang dipraktikkan Presiden Jokowi saat ini dengan mengunjungi langsung pembangunan-pembangunan infrastruktur di daerah-daerah.   

"`Blusukan` itu menunjukkan keseriusan," kata Ryan. (Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home