Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:23 WIB | Selasa, 07 September 2021

Enam Tahanan Palestina Kabur dari Penjara Israel

Penjara Gilboa, dekat Lembah Israel. (Foto: Moshe Shai/ The Jerusalem Post)

TEL AVIV, SATUHARAPAN.COM-Polisi Israel pada hari Senin (6/9) mengatakan mereka sedang mencari enam tahanan Palestina yang melarikan diri semalam dari fasilitas keamanan tinggi di Israel utara dalam pelarian yang sangat langka.

Polisi mengatakan mereka telah memasang penghalang jalan dan sedang melakukan patroli di daerah tersebut. Orang-orang itu diyakini menuju Jenin, di mana Otoritas Palestina yang diakui secara internasional memiliki sedikit kendali, dan di mana gerilyawan dalam beberapa pekan terakhir secara terbuka bentrok dengan pasukan Israel.

Para tahanan melarikan diri dari penjara Gilboa semalaman, yang seharusnya menjadi salah satu fasilitas paling aman di Israel. Radio Tentara Israel mengatakan orang-orang itu melarikan diri melalui terowongan dan tampaknya telah menerima bantuan dari luar.

Foto-foto yang muncul di media Israel menunjukkan apa yang dianggap sebagai ujung terowongan pelarian, dengan satu gambar menunjukkan seorang petugas keamanan Israel dengan kaus hitam sedang memeriksa sebuah lubang di tanah.

 Kelompok militan Palestina memuji pelarian itu. "Ini adalah tindakan heroik yang hebat, yang akan menyebabkan guncangan hebat pada sistem keamanan Israel dan akan menjadi pukulan telak bagi tentara dan seluruh sistem di Israel," kata Daoud Shehab, juru bicara kelompok militan Islam.

Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, melakukan pelarian dengan cara yang sama, dengan mengatakan itu menunjukkan “bahwa perjuangan untuk kebebasan dengan penjajah terus berlanjut dan diperpanjang, di dalam penjara dan di luar untuk mengambil hak ini,”

Tentara mengatakan para tahanan termasuk Zakariye Zubeidi, mantan pemimpin militan di kota Jenin, Tepi Barat utara, serta tiga militan yang menjalani hukuman seumur hidup karena terlibat dalam serangan mematikan terhadap Israel.

Zubeidi adalah seorang pemimpin di Brigade Martir Al Aqsa, yang berafiliasi dengan gerakan Fatah, selama pemberontakan Palestina kedua lebih dari 20 tahun yang lalu. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home