Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:50 WIB | Jumat, 17 Maret 2017

Fenomena Equinox Merupakan Fenomena Alamiah

Ilustrasi. Fenomena equinox merupakan fenomena alamiah. (Foto: bmkg.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menanggapi beredarnya berita yang menyebutkan, bahwa suhu udara di Indonesia dapat mencapa 40 derajat Celsius pada saat equinox, berikut adalah penjelasan yang dapat disampaikan Hary Tirto Djatmiko Kepala BagianHumas Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), dirilis pada Rabu (15/3) yang dilansir situs bmkg.go.id.

Equinox adalah, salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

Menurut Hary, keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celsius.

Sedangkan menurut prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Surabaya Eko Prasetyoseperti yang dikutip dari Antaranews.com, equinox  bisa juga berdampak terhadap tingginya suhu udara dalam waktu cukup lama di daerah yang dilintas.

Namun equinox,  bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama. Selain itu, masyarakat tidak perlu khawatir karena Indonesia berada di lingkungan hujan tropis sehingga kecil kemungkinannya terjadi gelombang panas seperti kawasan yang banyak gurun pasirnya.

Apalagi, katanya meskipun dalam 30 tahun terakhir  yang biasanya puncak musim hujan terjadi pada Desember, Januari dan Februari, namun dalam lima tahun terakhir pada Maret dan April curah hujan masih tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat, untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang.

Namun tetap mewaspadai peluang terjadinya hujan deras yang bisa berdampak terjadap banjir dan tanah longsor

Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab/basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sdg memasuki masa/periode transisi/pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Pada sisi lain ia mengakui, pada Mei sejumlah daerah akan mulai masuk musim kemarau, tapi April-Mei merupakan masa pancaroba yang juga masih berpeluang terjadi hujan deras dan angin kencang.

Sementara itu, tinggi gelombang Laut jawa saat ini berkisar 0,5-1,3 meter dengan kecepatan angin sekitar 35 kilometer per jam, sedangkan di selatan Jawa berskiar 2-3 meter dengan kecepatan angin sekitar 45 kilometer per jam.

"Untuk perairan Laut Jawa cukup kondusif, tapi untuk selatan Jawa berbahaya untuk aktivitas nelayan," kata Eko menambahkan. 

Jaga Asupan Cairan

Menurut ahli gizi dari Fakultas Kedokteran UGM, Dr dr Emy Huriyati, M Kes, mengatakan masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi menghadapi suhu udara yang meningkat. Pasalnya, cuaca panas dapat memicu terjadinya dehidrasi.

“Banyak minum minimal 8 gelas sehari atau disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Jika sering terpapar panas makan asupan cairan harus ditingkatkan supaya tidak dehidrasi,” katanya, seperti yang dikutip dari situs ugm.ac.id.

Apabila tidak diantisipasi, kekurangan cairan dalam tubuh dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga rentan terhadap penyakit. Dehidrasi berisiko mengakibatkan timbulnya berbagai infeksi pada tubuh, seperti radang tenggorokan, infeksi kandung kemih, dan lainnya.

“Karenanya, penting menjaga kesehatan dengan menjaga pola gizi seimbang untuk mempertahankan daya tahan tubuh ,”katanya.

Menurutnya, tubuh perlu beradaptasi menyesuaikan berbagai perubahan lingkungan. Tidak hanya terhadap cuaca panas, tetapi juga saat cuaca dingin. Saat lingkungan berubah maka manusia pun perlu menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

“Yang terpenting menjaga asupan makanan, seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, serta vitamin sesuai dengan kebutuhan tubuh dan pola hidup sehat,” katanya.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home