Loading...
BUDAYA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 18:39 WIB | Minggu, 15 Mei 2016

Festival Musik Tembi Jogja Setia Beri Ruang Musik Tradisi

Festival Musik Tembi Jogja 2016 (Foto: fombi.net)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Konsisten menghadirkan sajian musik tradisi nan memukau, Festival Musik Tembi (FMT) kembali hadir menyapa penikmatnya. Masih dengan semangat menyebarkan kecintaan terhadap musik tradisi serta memberikan ruang apresiasi bagi komposer dan musisi tradisi yang hendak mengembangkan wawasan tanpa sekat genre, FMT kali ini mengusung tema “Semarak Bunyi”.

“Semarak Bunyi” yang turut didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini, akan berlangsung di seluruh area Tembi Rumah Budaya Yogyakarta mulai pukul 16.00 WIB dari tanggal 19-21 Mei 2016 dengan pengisi acara Littlelute, Total Perkusi, Bhatara, Sisir Tanah, Gamelan Mben Surup, serta Music For Everyone, Mantradisi (Jogja), Suara Lisan (Riau), dan Sanggar Kakula (Palu).

FMT 2016 dibuka dengan “Bincang-bincang Musik Tradisi Baru” yang telah dilangsungkan pada hari Sabtu (23/4) lalu. Rizaldi Siagian, seorang etnomusikolog, menjadi pembicara utama dalam bincang-bincang malam yang diadakan di ruangan Mrican, Tembi Rumah Budaya itu. Ia berbagi pengetahuan dan pengalamannya selama bergelut dalam bidang musik tradisi kepada para peserta Musik Tradisi Baru yang berasal dari berbagai kota. Sebelum mengikuti acara bincang-bincang ini para peserta telah melewati seleksi pada tahap awal berupa submisi karya. 

Dalam diskusi yang berlangsung sejak siang hingga malam itu, Rizaldi bersama kelompok musik terpilih tersebut, berdialektika tentang usaha-usaha dalam membangun kesadaran intelektual dan kesadaran artistik terhadap karya Musik Tradisi Baru yang diciptakan. Terjadi pertukaran wawasan dalam membuat karya, baik dari sumber dan sistem bunyi maupun tradisi yang digunakan oleh masing-masing kelompok dari berbagai daerah. Kegiatan ini, tak lain untuk menambah wawasan bagi komposer dan musisi dalam membuat karya, baik dalam pendekatan dari segi teknis maupun filosopis kultural yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tak hanya “Bincang-bincang Musik Tradisi Baru”, program “Bincang-bincang Musik dan Pertunjukan Ronggeng Deli, Sumatera Utara” juga turut dihadirkan di ruang bincang-bincang musik dan mendapat kesempatan untuk mempertunjukannya untuk yang pertama kali di Yogyakarta. Kesenian Ronggeng Deli yang didalamnya terdapat unsur musik, tari, dan sastra berbalas pantun yang dilantunkan secara spontan ini, hampir punah dikota asalnya. Tidak rela kesenian sarat makna dan kearifan lokal ini tergerus dan  lambat laun punah jika tidak lestarikan, maka sejak tahun lalu para seniman Ronggeng Deli di Sumatera utara dan di Anjungan Sumatera Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sepakat untuk melakukan gerakan revitalisasi, dan membuat agenda pertunjukan rutin setiap minggunya di Anjungan Sumatera Utara TMII.

Rangkaian agenda FMT 2016 pada hari Kamis (19/5) akan diisi dengan pawai budaya dan kesenian warga, pertunjukan musik, dan pasar festival oleh masyarakat; pada hari Jumat (20/5) akan ada panggung komunitas dan lokakarya musik pagelaran musik tradisi baru; dan pada hari Sabtu (21/5) akan diisi dengan bincang-bincang musik, panggung komunitas, dan pertunjukan musik yang dilanjutkan dengan pemberian penghargaan. (indonesiakaya.com)                    

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home