Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 13:19 WIB | Senin, 24 Februari 2020

Festival Olahraga Air Pertama di Danau Toba akan Digelar

Wisatawan menikmati panorama Danau Toba dari atas bukit Taman Sipinsur Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Sabtu (2/12/2019). Taman seluas 2 hektare di ketinggian 1.213 meter dpl itu merupakan salah satu tujuan wisata yang akan masuk dalam objek wisata Taman Bumi atau Geopark Kaldera Toba. (Foto: Antara/Septianda Perdana)

MEDAN, SATUHARAPAN.COM – Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) bersama Komunitas Paddler Sumatera akan menggelar Toba Water Sport Festival dalam upaya menggenjot promosi wisata alam Danau Toba.

“Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya peluncuran Toba Water Sport Festival pada 23 hingga 24 Februari 2020,” kata Direktur Pemasaran Pariwisata BOPDT, Basar Simanjuntak di Medan, Senin (24/2).

Festival olahraga air ini digelar karena dia melihat keindahan Danau Toba yang masih perlu terus digali manfaatnya.

“Selama ini kita hanya melihat keindahan Danau Toba dari darat ke air, padahal sebenarnya Danau Toba itu lebih indah bila dilihat dari air ke darat. Dasar pemikiran inilah makanya kita buat Toba Water Sport Festival,” katanya.

Kegiatan itu rencananya akan berlangsung selama dua tahun ke depan, dengan acara puncak pada Juli 2021. Dia berharap dukungan semua pihak untuk menyukseskan agenda olahraga air guna menjadi pilihan destinasi wisata baru.

“Kemarin kita mendatangkan pembicara, orang-orang yang memiliki pengalaman membesarkan olahraga kayak di Eropa. Kita coba ambil ide mereka sembari mereka juga akan mempromosikan wisata air Danau Toba di Eropa. Dan akhirnya, saya yakin dengan berkembangnya wisata olahraga air ini akan menguntungkan masyarakat sekitar,” Basar menjelaskan.

Tak cuma olahraga kayak, Basar menyebut BOPDT juga akan memgembangkan wisata air yang juga merupakan kearifan lokal di Danau Toba.

“Seperti diketahui masyarakat di Danau Toba juga terbiasa dengan transportasi air, ada namanya Solu Bolon, sebuah alat transportasi air dengan kapal besar yang jadi ciri khas masyarakat setempat. Kami juga akan coba untuk mengeksplorasi ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Paddler Sumatera, Charles Panjaitan mengatakan Toba Water Sport Festival digelar karena danau ini memiliki keistimewaan yaitu berada di atas permukaan laut.

“Seperti kita ketahui Danau Toba ini sangat indah dan berbeda. Ketinggiannya berada di 900 meter di atas permukaan air laut (mdpl), sehingga airnya begitu sejuk. Berbeda ketika kita bermain di laut yang udaranya panas. Alhasil melakukan olahraga air di Danau Toba akan memberikan pengalaman baru,” kata Charles.

Pengembangan olahraga air di Danau Toba, menurutnya, akan menjadi salah satu pilihan wisata baru bagi wisatawan menikmati Danau Toba.

“Bila wisatawan datang ke Danau Toba dan tak ada aktivitas, dia paling hanya akan berada di Danau Toba selama dua sampai tiga hari. Tapi kalau ada aktivitas, katakanlah dengan melakukan olahraga kayak, mungkin akan tambah hari. Katakanlah lagi kalau dia ikut stand up paddling, bakal tambah lagi waktu tinggalnya. Jadi itu yang kita tangkap untuk mengembangkan wisata di Danau Toba,” ia menjelaskan. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home