Loading...
INSPIRASI
Penulis: Reporter Satuharapan 10:43 WIB | Minggu, 10 Januari 2021

Fokus pada Hari Ini

Ilustrasi. (Foto: Ist)

SATUHARAPAN.COM - Sebuah statemen yang mengatakan, "kemarin atau masa lalu bukan bagian kita untuk memulihkan tetapi besok, masa yang akan datang adalah bagian kita untuk menang atau kalah."

Kita sungguh tidak dapat kembali ke belakang dan untuk memulihkan itu, tetapi besok masih ada di tangan kita. Kita dapat membuat kemenangan, kalau kita mau. Kalau kita tidak melakukan yang baik, kita bisa juga kehilangan kesempatan untuk kemenangan itu.

Ada sebuah buku yang ditulis oleh John Maxwell: Make Today Count. Di situ diceritakan kita terlalu membesar-besarkan tentang apa yang dapat kita lakukan besok, tetapi kita meremehkan apa yang dapat kita lakukan hari ini. Nah kita semua diingatkan di masa sulit dan sukar kita itu perlu fokus pada hari ini. Inilah pernyataan yang menghibur dan membangun kita semua. Cara terbaik untuk menang besok adalah memperhatikan dan mengontrol hari ini. Jadi jangan kuatir dengan hari esok dan fokuslah dengan hari ini.

Lalu pertanyaannya, apa benar besok akan mengurus dirinya sendiri? Mari kita melihat sebuah catatan di dalam kitab Injil Lukas 19:5; 19:9.

“Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Ketika Yesus sampai di tempat Zakheus berada, Dia menengadah dan berkata kepadanya, “Zakheus, segeralah turun karena hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Yesus lalu berkata kepada Zakheus, “Pada hari ini, keselamatan telah datang ke atas rumah ini karena orang ini juga anak Abraham.

Bayangkan jika Zakheus berkata kemarin aku baru berbuat dosa, melakukan yang jelek, aku tidak layak. Atau dia berpikir kemarin aku berhasil, mendapat sejumlah uang yang besar, aku belum butuh Yesus masuk ke rumahku, tunggu lain waktu. Hasilnya akan berbeda, besok akan menjadi wujud kebahagiaan, ketika hari ini kita membuat keputusan tindakan yang tepat. Jangan melewatkan kesempatan yang mulia.

Saat itu, banyak orang mendengar, termasuk orang Farisi, Ahli Taurat dan lain-lain. Mereka berpikir Zakheus, dulu orang ini begini, dulu orang ini begitu. Semua yang terekam diingatan mereka adalah hal-hal yang buruk tentang Zakheus. Kita semua juga tahu siapa Zakheus dari pembacaan dan penjelasan-penjelasan. Jadi inilah yang ada diingatan semua orang tentang Zakheus, kepala pemungut cukai, tidak ada baiknya. Tetapi Yesus berkata hari ini aku menumpang di rumahmu, hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.

Jadi Tuhan Yesus itu menghapus masa lalu, masalah-masalah kemarin. Dia ingin supaya hati kita dibersihkan dari masalah-masalah yang lalu-lalu. Buanglah semua bekas-bekas sebagai wujud kita semua dibebaskan. Siapa yang bisa membebaskan kita? Darah Yesus membebaskan kita dari semua luka, kepahitan masa lampau yang tidak perlu dibawa terus dan itu hanya akan merugikan masa depan kita.

Kalau hari ini masih sangat terpengaruh karena kepahitan, luka yang tidak sembuh-sembuh, maka hari ini akan jadi kegagalan lagi dan akan berlanjut terus. Akan sampai kapan hal ini akan terjadi? Hari ini dan besok ada di tangan kita dan Tuhan berkata “Hari ini!” Bersyukur Zakheus tidak menunda, ia langsung turun dan menyambut Yesus ke rumahnya. Zakheus yang dianggap jelek, dikutuki tetapi dia merespon Tuhan Yesus dan menyambut Tuhan Yesus disaat yang lain hanya menonton mereka tidak mendapatkan kata-kata Tuhan Yesus “Hari ini keselamatan terjadi di rumah ini!”

Hari ini bawa masuk, sambut Yesus ke dalam hati kita. Mungkin Yesus tidak ada di dalam hati kita, tetapi Dia ada di pojokan, tidak dianggap, hanya jadi pembantu yang dipanggil jika perlu. Mari kita tempatkan Tuhan Yesus pada tempatNya sebagai penguasa tunggal dalam hidup kita.

Tadinya hati Zakheus tamak, kikir, sombong, gengsi, pamer, tapi semuanya berubah total. Tuhan belum mengajarkan apapun tetapi dia berubah begitu rupa. Kemarin, dulu, kondisi hati lama Zakheuslah yang membuat dirinya dicaci maki dan membuat cerita hidup yang jelek tetapi hari ini ketika ia menerima Tuhan Yesus di hatinya, dia menjadi manusia yang baru. Apa yang Zakheus sampaikan?

“Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Coba bayangkan ada orang yang hatinya bisa dilepaskan dari keserakahan seperti itu. Saudara-saudara, yang mendengar kata Zakheus hanya Tuhan Yesus dan Zakheus, yang lain hanya membuktikan tindakan baru dari seorang Zakheus. Masa depan ada di tanganNya dan dia mendapatkan keselamatan hari ini. 

Ibrani 3:7 mengatakan, “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.”

Pesan yang terkandung dalam ayat  ini apakah ini untuk kita? Ya, pesan ini untuk siapa saja dan untuk kita semua, yang lama, yang baru, pemimpin, anggota, siapa saja. Tetaplah peka dengan suara Roh Kudus untuk apa yang harus kita kerjakan hari ini. Kalau ada teman yang menyapa, menegur, memanggil, mengajak, menjelaskan mungkin itu suara Roh Kudus jangan mengeraskan hatimu. Hari ini menentukan untuk besok, kontrollah hari ini maka hari esok ada di tanganmu, buatlah kemenangan. Amin

 

Pdt Dr Lukas Soetopo, MTh
(Sinode Gereja Beth-El Tabernakel/Kemenag)

 

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home