Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 18:18 WIB | Sabtu, 18 Juli 2015

“Forkompimda Papua Harusnya Antisipasi Insiden Tolikara”

Ilustrasi. (Foto: .ecohabitation.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Papua Charles Simaremare menyayangkan insiden pembakaran kios dan musala yang terjadi saat salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Barat, pada Jumat (17/7) pukul 07.00 WIT.

Menurut dia, seharusnya kejadian seperti itu bisa diantisipasi oleh pihak keamanan atau melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). “Patut disayangkan, ketika umat Muslim tengah menjalankan salat Idul Fitri bersukacita menyambut kemenangan setelah sebualan berpuasa malah terjadi insiden seperti ini. Seharusnya ini bisa diantisipasi pihak keamanan,” ucap Charles saat dihubungi satuharapan.com, Sabtu (18/7).

“Bisa juga difasilitasi lewat Forkompimda, dengan membangun komunikasi ketika ada kegiatan keagamaan yang berlangsung bersamaan seperti ini,” dia menambahkan.

Menurut dia, berdasarkan sejarah aksi intoleransi keagamaan seperti yang terjadi saat salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Barat, pada Jumat (17/7) pukul 07.00 WIT, belum pernah terjadi di Tanah Papua. Pulau terujung Republik Indonesia itu tidak pernah mengalami gesekan masalah agama dan sangat harmonis.

“Sejarah di Papua seperti ini tidak ada gesekan seperti ini, sangat harmonis,” ucap Charles.

Oleh karena itu dia berharap Kepolisian Daerah Papua segera melakukan penyelidikan terhadap kasus yang telah menyebabkan enam unit rumah, 11 kios, dan satu musala terbakar itu. “Saya harap Kepolisian Daerah Papua betul-betul menyelidiki kasus ini. Ke depannya harus bisa diantisipasi,” kata anggota DPD RI dari daerah pemilihan Papua itu.

“Tapi, saya yakin kasus ini tidak akan menyebar ke kabupaten atau kota lain di Provinsi Papua, karena sebenarnya di sini tidak ada masalah keagaaan, izin tempat ibadah tidak pernah dipersoalkan,” Charles menambahkan.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home