Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 13:25 WIB | Selasa, 29 November 2016

Garis Keras Jadi Calon Presiden Prancis

Francois Fillon menjadi calon presiden dari kubu sayap kanan konservatif. Dia menjanjikan bersikap tegas pada imigran dan ekstremis Islam. (Foto: Ist)

PRANCIS, SATUHARAPAN.COM-Mantan perdana menteri Prancis, Francois Fillon, memenangi pemilihan pendahuluan untuk menjadi calon presiden dari kelompok konservatif  sayap kanan.

Fillon (62 tahun) memenagi sekitar 67 persen suara mengalahkan saingannya, Alain Juppe, yang hanya memperoleh 33 persen suara. Fillon dikenal sebagai reformis garis keras. Dia berjanji untuk  dan bersikap tegas terhadap imigran dan ekstremis Islam. Dia akan menghadapi pemimpin Front Nasional, mariane Le Pen.

‘’Saya harus meyakinkan seluruh negeri proyek satu-satunya yang dapat mengangkat kita untuk pekerjaan dan pertumbuhan, dan untuk melawan orang-orang fanatik yang menyatakan perang terhadap kami,’’ katanya, sperti dikutip Reuters.

Pemilihan presiden Prancis akan

diselenggarakan antara Maret-April tahun depan yang akan menjadi ujian bagi partai anti kemapanan, termasuk di wilayah lain Eropa. Dan di Prancis pemilihan presiden dalam situasi kekecewaan warga dengan pengangguran dan meningkatnya gelombang esktremisme dari militan Islam.

Fillon menjadi perdana menteri pada kurun 2007-2012 semasa pemerintahan di bawah Presiden Nicolas  Sarkozy.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home