Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 05:06 WIB | Kamis, 05 November 2020

Gempa Bumi Turki Total Korban Meninggal 116 Orang

Petugas penyelamat membawa seorang gadis berusia empat tahun, Ayda Gezgin, keluar dari gedung yang runtuh setelah gempa bumi di kota pelabuhan Aegean Izmir, Turki, pada 3 November 2020. (Foto: Reuters)

ANKARA, SATUHARAPAN.COM-Korban tewas dalam gempa bumi di Laut Aegea pekan lalu naik menjadi 116 orang pada hari Rabu (4/11), ketika tim penyelamat di kota Izmir, Turki, selesai mencari korban di bangunan yang runtuh.

Semua kecuali dua, adalah korban tewas di Izmir, kota terbesar ketiga di Turki. Dua remaja tewas di pulau Samos, Yunani, yang terletak di selatan pusat gempa pada hari Jumat. Survei Geologi AS mencatat kekuatan gempa adalah 7,0, meskipun lembaga lain mencatatnya sebagai gempa yang tidak terlalu parah.

Mehmet Gulluoglu, kepala Kepresidenan untuk Manajemen Bencana dan Darurat Turki, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai di 17 bangunan yang ambruk di Izmir. Operasi penyelamatan dilakukan dengan kecepatan penuh sejak Jumat, menemukan 107 korban selamat dari puing-puing.

Dari 1.035 orang yang terluka dalam gempa bumi itu, 137 orang masih dirawat di rumah sakit pada hari Rabu, kata badan itu menambahkan.

Menyusul pertemuan Kabinet pada Selasa (3/11) malam, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berjanji untuk tidak menyerah sampai orang terakhir ditemukan. Semangat penyelamat meningkat pada hari Selasa ketika mereka menarik seorang gadis berusia empat tahun dari reruntuhan rumah keluarganya 91 jam setelah gempa.

Guncangan dirasakan di seluruh Turki barat, termasuk di Istanbul, serta di ibu kota Yunani, Athena. Sekitar 1.700 gempa susulan terjadi, termasuk 45 goncangan berkekuatan lebih dari 4,0.

Di Izmir, gempa tersebut meruntuhkan bangunan menjadi puing-puing atau membuat lantai amblas. Pihak berwenang telah menahan sembilan orang, termasuk kontraktor, untuk diinterogasi atas runtuhnya enam bangunan.

Turki memiliki campuran bangunan tua dan bangunan baru yang dibuat dengan konstruksi murah atau ilegal yang tidak tahan gempa dengan baik. Peraturan telah diperketat untuk memperkuat atau menghancurkan gedung-gedung tua, dan pembaruan perkotaan sedang dilakukan di kota-kota Turki, tetapi para ahli mengatakan itu tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Wilayah Turki terletak di atas dua garis patahan utama dan gempa bumi sering terjadi di sana. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home