Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 11:08 WIB | Selasa, 13 September 2016

Gencatan Senjata 48 Jam di Suriah, Kecuali Terhadap Teroris

Foto ini publikasikan oleh kantor berita resmi Suriah,SANA, yang menunjukkan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, berjalan bersama pejabat setelah melakukan shalat Idul Adha di Daraya, pinggiran ibu kota Damaskus, pada hari Senin (12/9). (Foto: dari SANA)

DAMASKUS, SATUHARAPAN.COM - Gencatan senjata di Suriah dimulai saat matahari terbenam pada hari Senin (12/9). Sejumlah laporan menyebutkan keadaan tenang, meskipun pihak opoisis belum menandatangani.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa sebagian besar zona konflik di Suriah tenang setelah gencatan senjata itu. "Ketenangan berlaku," kata Direktur Observatorium, Rami Abdulrahman, seperti dikutip Reuters.

Kesepakatan gencatan senjata itu difasilitasi oleh Amerika Serikat dan Rusia. Namun demikian ada laporan bahwa ada beberapa penembakan oleh pasukan pemberontak dan pemerintah di barat daya negara itu.

Kesepakatan gencatan senjata yang tampaknya masih rapuh, selain oposisi belum menandatangai, Presiden Suriah, Bashar Al-Assad juga berjanji akan merebut kembali seluruh negara dari tangan "teroris".

Kesepakatan gencatan senjata itu diumumkan pada hari Jumat setelah pembicaraan marathon antara Rusia dan Amerika Serikat, karena tuntutan menghentikan pertumpahan darah pada perang sipil Suriah yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun.

Gencatan senjata juga untuk memberi kesempatan memberikan bantuan kemanusiaan bagi ratusan ribu warga sipil yang putus asa karena terkepung pertempuran.

Gencatan senjata berlangsung selama 48 jam di wilayah pertempuran di luar wilayah yang dikuasai oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS atau ISIS).

Pihak Rusia, seperti dilaporkan AFP mengatakan bahwa gencatan senjata berlaku di seluruh Suriah, namun Moskow tetap akan menyerang "sasaran teroris".

Upaya damai untuk menghentikan perang saudara di Suriah terus menemui kegagalan, bahkan gencatan senjata hanya sementara, seperti pada bulan Februari tahun ini. Perang ini telah menewaskan sedikitnya 290.000 orang dan jutaan warga Suriah menjadi pengungsi di negara lain.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home