Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 09:55 WIB | Jumat, 05 Februari 2021

Hizbullah Lebanon Dituduh Berada di Balik Pembunuhan Seorang Kritikus

Lokman Slim adalah penerbit dan kritikus Hizbullah Lebanon yang tidak mengenal takut. Dia dibunuh dan tubuhnya ditemukan hari Kamis (4/2).
Hizbullah Lebanon Dituduh Berada di Balik Pembunuhan Seorang Kritikus
Seorang pengunjuk rasa anti Hizbullah memegang foto Lokman Slim, seorang aktivis politik dan peneliti lama Syiah, yang telah ditemukan tewas di dalam mobilnya, saat melakukan protes di depan Istana Keadilan di Beirut Beirut, Lebanon, hari Kamis (4/2/2021). (Foto-foto: AP/Bilal Hussein)
Hizbullah Lebanon Dituduh Berada di Balik Pembunuhan Seorang Kritikus
Mayat Lokman Slim terbaring di tanah ketika pasukan keamanan Lebanon memeriksa tempat kejadian di desa Addoussieh, di Provinsi Nabatiyeh, Lebanon, hari Kamis.
Hizbullah Lebanon Dituduh Berada di Balik Pembunuhan Seorang Kritikus
Pengunjuk rasa anti Hizbullah memegang foto Lokman Slim dalam protes di depan Istana Keadilan di Beirut, Lebanon. Kata-kata dalam bahasa Arab di poster bertuliskan "Dasar terorisme: pemboman, penculikan, pembunuhan."

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM-Keluarga Lokman Slim mengisyaratkan bahwa gerakan Hizbullah Lebanon berada di balik poembunuhannya. Slim ditemukan tewas ditembak di dalam mobilnya pada hari Kamis (4/2) pagi.

Slim, 58 tahun, adalah penerbit terkemuka Lebanon dan kritikus vokal terhadap kelompok militan Syiah Hizbullah.  Dia juga seorang aktivis dan peneliti yang fokus pada politik Syiah. Dia meninggal dengan banyak luka akibat tembakan dari jarak dekat, kata pejabat keamanan dan forensik.

Bagi teman-temannya, Slim adalah kritikus tak kenal takut terhadap politisi kuat Lebanon, Hizbullah dan sekutunya, Iran dan Suriah. Dia juga sumber utama dalam sejarah perang saudara Lebanon. Pembunuhannya menimbulkan kekhawatiran bahwa ketegangan politik Lebanon dapat berubah menjadi gelombang pembunuhan baru. Namun lawan-lawannya menuduh Slim menabur hasutan, merusak persatuan nasional dan menjadi seorang Zionis karena kritiknya terhadap Hizbullah.

Menuduh Hizbullah

"Dia memikul beban negara ini di pundaknya," kata saudara perempuannya, Rasha Al-Ameer kepada wartawan. Dia mengatakan dia tidak percaya pada investigasi lokal dan bahwa keluarga akan melakukan penyelidikan forensik sendiri. "Sampai hari ini dalam sejarah Lebanon, semua penyelidikan telah menemui jalan buntu," katanya kepada wartawan. Istrinya, Monika Borgmann, berdiri di samping Al-Ameer, meminta penyelidikan internasional. "Pembunuh ini harus dihukum," kata Borgmann.

Al-Ameer mengisyaratkan bahwa Hizbullah berada di balik pembunuhan itu, tanpa menyebut kelompok itu, dan menambahkan bahwa diketahui siapa yang mengendalikan daerah tempat saudara laki-lakinya ditemukan tewas. "Membunuh adalah kebiasaan mereka," katanya. Hizbullah dan sekutunya mendominasi wilayah di Lebanon selatan.

Hizbullah mengecam pembunuhan Slim, menyerukan penyelidikan cepat. Ia juga mendesak badan-badan keamanan untuk memerangi kejahatan yang dikatakan telah menyebar di seluruh Lebanon dan yang telah "dieksploitasi secara politik oleh media dengan mengorbankan keamanan dan stabilitas domestic," sebuah kebalikan dari kritik kepada mereka.

Siapa Lokman Slim

Slim lahir di pinggiran selatan Beirut, benteng Hizbullah, tempat dia tinggal sepanjang hidupnya. Dia kembali dari luar negeri, ketika kebanyakan orang pergi, selama perang tahun 2006 dengan Israel, ketika pinggiran kota dibom.

Dia mendirikan Umam, sebuah rumah produksi penelitian dan film dengan perpustakaan yang mendokumentasikan sejarah Lebanon dan Syiah. Keluarganya memiliki rumah penerbitan dan Slim menyelenggarakan debat publik dan forum politik serta pertunjukan seni, termasuk pameran yang mendokumentasikan orang yang hilang dalam perang saudara. Dia dan istrinya mengerjakan sebuah film yang mendokumentasikan kekejaman penjara Tadmor yang terkenal di Suriah.

Pada tahun 2009, ia dan istrinya menyelenggarakan pertunjukan pribadi di pusat mereka untuk kartun Israel anti perang yang mendapat nominasi Oscar tentang invasi Israel tahun 1982 ke Lebanon, dan kebangkitan Presiden Bachir Gemayel saat itu, yang bertentangan dengan Hizbullah dan otoritas Lebanon yang melarangnya.

Slim juga mendirikan Haya Bina, atau "Ayo pergi," sebuah kelompok yang mendorong partisipasi dalam pemilihan parlemen 2005, menyerukan perubahan pada sistem berbasis sektarian Lebanon, dan mengajar perempuan bahasa Inggris.

“Ini adalah tragedi besar,” kata Makram Rabah, seorang teman dekat dan dosen sejarah. Siapa pun yang mengenal Lokman pasti tahu siapa musuhnya.

Rabah mengatakan dia dan Slim adalah lawan kuat dari cengkeraman kekuasaan Hizbullah dan menyerukan kedaulatan dan keragaman di Lebanon. Mereka berdua diserang oleh sekelompok pemuda saat debat publik di puncak protes anti pemerintah pada tahun 2019. Slim pada saat itu menuduh pendukung Hizbullah berada di balik serangan itu.

Slim juga menuduh pendukung Hizbullah beberapa hari sebelum serangan itu mengancamnya di rumahnya, mengadakan rapat umum dan menggantung poster di dindingnya dengan menuduhnya melakukan pengkhianatan. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home