Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 05:00 WIB | Jumat, 05 Juni 2020

Hong Kong: Menyalakan Lilin Memperingati Tragedi Tiananmen

Demonstran menyalakan lilin di Victoria Park, Hong Kong. (Foto: SCMP)

HONG KONG, SATUHARAPAN.COM-Puluhan ribu orang di seluruh Hong Kong menyalakan lilin dan meneriakkan slogan-slogan demokrasi pada hari Kamis (4/6) untuk memperingati penumpasan di Tiananmen yang mematikan di Beijing, China, dan menentang larangan untuk berkumpul ketika ketegangan melanda kota itu setelah Undang-undang keamanan Hong Kong disetujui China.

Kerumunan terbesar di Victoria Park yang telah menjadi tuan rumah acara peringatan Tiananmen yang sangat besar selama tiga dekade terakhir, dengan aksi unjuk rasa yang lebih kecil meletus di beberapa distrik perbelanjaan dan lingkungan setempat.

Polisi menangkap beberapa demonstran yang mengingatkan pada tujuh bulan protes kekerasan tahun lalu, meskipun mereka membiarkan demonstrasi utama dilanjutkan.

Perlawanan terjadi beberapa jam setelah badan legislatif Hong Kong mengeluarkan Undang-undang yang mengkriminalisasi penghinaan terhadap lagu kebangsaan China, yang oleh gerakan pro-demokrasi lihat sebagai contoh lain dari pengikisan kebebasan.

China juga bulan lalu bergerak untuk memberlakukan UU Keamanan di Hong Kong yang akan melarang subversi dan telah memperkuat kekhawatiran bahwa kota semi-otonom itu akan kehilangan kebebasannya yang berharga.

Hong Kong Mengalami Penindasan

"Saya datang ke sini untuk berjaga selama 30 tahun untuk mengenang para korban penumpasan 4 Juni, tetapi tahun ini lebih penting bagi saya," kata seorang pria berusia 74 tahun yang memberikan nama keluarganya Yip mengatakan kepada AFP ketika dia bergabung dengan orang banyak di dalam Victoria Park. "Karena Hong Kong mengalami penindasan yang sama dari rezim yang sama, seperti yang terjadi di Beijing."

Ratusan orang, namun menurut perkiraan lebih dari seribu, terbunuh pada 4 Juni 1989, ketika penguasa komunis China mengerahkan militer ke Lapangan Tiananmen, Beijing untuk menghancurkan gerakan yang dipimpin mahasiswa untuk reformasi demokratis.

Peringatan acara tersebut dilarang di daratan China, tetapi telah diizinkan di Hong Kong, yang telah diberikan kebebasan berdasarkan ketentuan penyerahan tahun 1997 dari Inggris.

Namun acara itu untuk tahun ini dilarang, dengan pihak berwenang mengutip aturan pembatasan virus corona pada pertemuan kelompok, meskipun orang-orang diizinkan untuk bepergian dalam kereta yang penuh sesak untuk bekerja.

Ketika hari mulai senja pada hari Kamis, ribuan orang, termasuk para pemimpin demokrasi terkemuka, mulai berdatangan ke Victoria Park dan menyalakan lilin sebagai tindakan mengenang dan perlawanan.

Beberapa orang memakai kaos hitam dengan tulisan "Truth" yang terpampang putih. Yang lain memakai pakaian kantor. Banyak yang meneriakkan slogan-slogan pro-demokrasi termasuk "Berdiri dengan Hong Kong" dan "Akhiri satu partai", mengacu pada komunis yang memegang monopoli kekuasaan di China. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home