Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 11:50 WIB | Kamis, 07 Mei 2020

Houthi Dituduh Halangi Bantuan Kemanusiaan di Yaman

Dua warga Magreb, Yaman, membawa bantuan pangan dari Arab Saudi. (Foto: dok. SPA)

LONDON, SATUHARAPAN.COM-Kelompok Houthi yang didukung Iran memblokir proyek-proyek bantuan di Yaman, mengambil untung dari pendanaan kemanusiaan dan melecehkan pekerja bantuan, kata para pejabat bantuan Amerika Serikat, hari Rabu (6/5).

Mereka mencegah bantuan untuk kritis dan menyelamatkan jiwa bagi jutaan rakyat Yaman yang bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup, kata wakil direktur USAID dari Kantor Makanan untuk Perdamaian, Matt Nims, dikutip Arab News.

Dia menyatakan beberapa jam setelah Menlu AS, Mike Pompeo, mengumumkan akan memberikan US$ 225 juta bantuan darurat ke Yaman untuk mendukung program makanan.

"Bantuan ini untuk operasi makanan darurat Program Pangan Dunia (WFP) PBB di Yaman selatan, serta pengurangan operasi di Yaman utara. WFP terpaksa menurunkan pada awal bulan ini, karena campur tangan terus-menerus oleh Houthi yang didukung Iran," Kata Pompeo.

80% Penduduk Bergantung Bantuan

Campur tangan Houthi dalam pekerjaan bantuan yang memaksa AS, donor lain, dan PBB untuk mengkalibrasi ulang beberapa program bantuan di Yaman utara, kata Nims pada konferensi jarak jauh. Bulan lalu, WFP mengatakan akan membagi dua bantuan yang diberikannya kepada orang-orang di bagian wilayah Yaman yang dikendalikan oleh Houthi. Menurut PBB, sekitar 80 persen populasi Yaman mengandalkan bantuan.

"Kami prihatin dengan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Yaman serta campur tangan Houthi dalam operasi bantuan yang mencegah bantuan untuk menyelamatkan jiwa dan menjangkau orang-orang yang membutuhkannya, sekarang lebih parah dari sebelumnya," kata Richard Albright, wakil sekretaris asisten Departemen Luar Negeri AS untuk biro populasi, pengungsi, dan migrasi.

Sejauh ini dilaporkan ada enam orang tewas di Yaman akibat COVID-19 dan 26 kasus telah dicatat. Namun kelompok-kelompok bantuan telah memperingatkan bahwa perang bertahun-tahun telah membuat sistem kesehatan tidak mampu mengatasi wabah yang meluas.

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home