Loading...
HAM
Penulis: Reporter Satuharapan 07:51 WIB | Jumat, 30 September 2016

HRW Tuduh Rezim Bangladesh “Menembak Lutut” Aktivis Oposisi

Ilustrasi: Aktivis di Bangladesh berunjuk rasa pada 22 November 2015 di luar Penjara Pusat Dhaka, yang menjadi tempat pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh, Salahuddin Quader Chowdhury, dan Sekjen Jamaat-e-Islami Ali Ahsan Mohammad Mujahid, dieksekusi atas tuduhan kejahatan kriminal. (Foto: yahoo.com/AFP Photo/Munir uz Zaman)

DHAKA, SATUHARAPAN.COM - Kelompok Human Rights Watch (HRW), pada Kamis (29/9), menuduh pasukan keamanan Bangladesh “menembak lutut” beberapa anggota oposisi dan pendukung dengan sengaja dan kemudian memberikan pengakuan palsu bahwa aksi itu untuk membela diri.

Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan membantah laporan itu dengan mengatakan polisi hanya menembak penjahat sebagai “upaya terakhir” yang dapat mereka lakukan.

Laporan sebanyak 45 halaman itu mengutip korban yang menceritakan bagaimana mereka ditembak tanpa provokasi oleh petugas kepolisian yang mengaku bahwa mereka melepaskan tembakan sebagai bentuk pembelaan diri.

“Pasukan keamanan di Bangladesh telah lama membunuh para tahanan dalam baku tembak palsu, berpura-pura bahwa korban tewas ketika otoritas membawanya kembali ke tempat kejadian perkara dan diserang oleh salah satu kaki tangannya,” ujar Brad Adams, Direktur HRW di Asia.

“Sekarang mereka menerapkan taktik yang sama yang pernah digunakan oleh Tentara Republik Irlandia dan melakukan penembakan di bagian lutut orang-orang yang mereka tangkap, yang tampaknya karena mereka merupakan anggota atau pendukung partai oposisi.”

Kelompok yang berbasis di New York itu meminta pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina untuk mengundang kantor HAM PBB dan pelapor khusus PBB untuk menyelidiki kasus “penembakan di bagian lutut” dan dugaan tindakan penyiksaan lainnya.(AFP/Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home