Loading...
BUDAYA
Penulis: Dina Octafiani 05:30 WIB | Kamis, 27 Januari 2022

Ikut BSCF PENABUR, Ini Strategi Ikuti Kompetisi Paduan Suara Virtual

Padua suara pelajar. (Foto: dok. Penabur)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Beradaptasi di masa normal baru dari pandemi COVID-19 menjadi kunci untuk semua bidang, termasuk dalam paduan suara.

Paduan suara yang sebelumnya lebih dinikmati secara langsung, namun di masa pandemi nyanyian harmonisasi secara digital ini pun tidak berkurang keindahannya. Semangat paduan suara di tengah pandemi yang masih berlangsung terus menggelora. Nyatanya kompetisi paduan suara yang diselenggarakan secara virtual terus bermunculan.

Salah satu ajang kompetisi paduan suara tingkat sekolah yang saat ini tengah berlangsung adalah Perlombaan BEST Student Choir Festival (BSCF) 2022 di BPK PENABUR Jakarta. Tahun ini, seluruh rangkaian kegiatannya berlangsung virtual.

Menurut Pengurus BPK PENABUR Jakarta, Thenny Kaeng, BSCF 2022 bertujuan untuk memberikan wadah bagi peserta didik berkolaborasi, berkomunikasi, berkreasi dan bergembira bersama, sesuai dengan pola pembelajaran abad 21 yaitu 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication.) BSCF 2022 berlangsung pada 9-13 Maret 2022 dan akan ditayangkan melalui kanal YouTube BPK PENABUR Jakarta.

Meskipun demikian, dengan format yang memanfaatkan teknologi, paduan suara memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk bernyanyi bersama tanpa harus dibatasi oleh tempat. Tetapi, tentu ada berbagai tantangan baru yang harus dihadapi.

Tantangan Paduan Suara Virtual

Drs. Agastya Rama Listya, MSM, Ph.D, Artistic Director BSCF 2022, menuturkan bahwa komitmen dan komunikasi menjadi dua tantangan utama dalam mempersiapkan paduan suara virtual. “Terkadang ketika kita sudah siap berlatih, ada banyak gangguan yang muncul. Misalkan tiba-tiba kedatangan tamu, koneksi internet yang buruk, suara-suara dari luar, sehingga latihan tidak dapat berjalan dengan lancar. Belum lagi harus merekam ulang audio yang kurang jelas atau video yang tidak sesuai dengan instruksi karena miskomunikasi,” ungkapnya.

Tantangan-tantangan ini dapat membantu pelatih dan peserta paduan suara untuk semakin
memahami konsep paduan suara virtual dan melatih kesabaran serta kerja sama tim. Di sisi lain,
kejenuhan karena harus menghadapi tantangan-tantangan ini mengintai pelatih dan peserta paduan
suara. Apalagi karena seluruh kegiatan harus dijalankan secara virtual, sehingga paduan suara
kehilangan rasa kebersamaannya.

Tiga Strategi

Menurut Agastya, pria kelahiran Yogyakarta yang juga sebagai dosen musik di Universitas Kristen Satya Wacana, tiga hal ini menjadi strategi yang dapat dilakukan ketika akan berkompetisi paduan suara secara virtual yaitu:

  1. Pelatih harus mengenali kelebihan dan kekurangan paduan suaranya agar dapat memilih lagu yang nyaman dibawakan oleh peserta paduan suara. Dengan memahami kebutuhan paduan suara, pelatih dapat menyusun strategi serta metode berlatih yang tepat. Seperti durasi, frekuensi latihan, dan pembagian grup. Agastya menyarankan agar durasi latihan virtual maksimal satu jam untuk menjaga fokus peserta paduan suara. Latihan one on one secara tatap muka dapat dilakukan jika sangat dibutuhkan.
  2. Pelatih dapat mengirimkan partitur dan instruksi bernyanyi kepada peserta paduan suara beberapa waktu sebelum latihan dilakukan, agar paduan suara dapat memaksimalkan waktu latihan.
  3. Beri kesempatan kepada peserta paduan suara untuk mencoba dan berdiskusi agar peserta
    paduan suara dapat membangun komunikasi dan rasa kebersamaan.

Sementara, untuk tim paduan suara sekolah, keterlibatan dan dukungan dari orang tua juga menjadi
salah satu hal penting bagi peserta paduan suara. Orang tua harus diberi pemahaman mengenai cara mendampingi latihan.

Mereka juga dapat membantu peserta paduan suara dalam proses rekaman. Dengan motivasi dari orang-orang terdekatnya, peserta paduan suara dapat menjalankan kegiatan belajar sekaligus paduan suara dengan menyenangkan.

“Karena dapat membangun solidaritas dan kedisiplinan anak, paduan suara juga bisa menjadi jalan keluar yang menyenangkan bagi anak untuk mengekspresikan diri serta refreshing,” kata Agastya.

BPK PENABUR Jakarta mengundang seluruh paduan suara di mana pun berada untuk mengikuti PENABUR International Choir Festival (PICF) 2022. Kompetisi paduan suara sekolah bertaraf internasional yang akan berlangsung 5-10 September 2022 mendatang dan untuk pertama kalinya akan diselenggarakan virtual. Informasi selengkapnya mengenai PICF 2022 melalui www.picf.or.id, dan mari bernyanyi bersama.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home