Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 13:18 WIB | Kamis, 15 Juli 2021

Indonesia Gunakan Vaksin Moderna untuk Booster Tenaga Kesehatan

Vaksin Moderna biduat dengan teknologi mRNA, sedangkan vaksin Sinovac dengan teknologi vector Adenovirus.
Kedatangan vaksin Moderna batuan Amerika Serikat melalui fasilitas COVAX, hari Minggu (10/7) di Jakarta. (Foto: dok. BPMI Setpres)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Indonesia yang telah menerima kedatangan sekitar tiga juta dosis vaksin Moderna berencana untuk menggunakannya sebagai dosis ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa tenaga kesehatan telah menjadi prioritas dalam vaksinasi untuk mengatasi pandemi COVID-19. Dan mereka memperoleh suntikan pertama yang menggunakan vaksin dari Sinovac buatan China.

Keterangan dari Satgas Penangan COVID-19 menyebutkan bahwa Vaksin COVID-19 Moderna tersebut akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan sebagai vaksinasi tahap ke-3 (booster), selain digunakan untuk masyarakat umum.

Ini didorong dalam upaya pemerintah untuk mendukung dan menjaga tenaga kesehatan yang mengalami tekanan luar biasa pada gelombang kedua pandemi COVID-19 di Indonesia.

BACA JUGA:

Apa Beda Vaksin mRNA dan Vektor Adenovirus untuk COVID-19?

Pencampuran Vaksin Harus Diputuskan Otoritas Kesehatan

Saran WHO

Seperti diberitakan sebelumnya, vaksin Moderna, seperti juga buatan Pfizer-BioNTeck, yang dibuat dengan teknologi mNRA (messenger Ribonucleic Acid), sedangkan vaksin Sinovac menggunakan teknologi vektor Adenovirus.

Terkait hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatakan bahwa belum ada data-data medis yang cukup tentang penggabungan dua vaksin dengan teknologi yang berbeda, sehingga WHO menyarakan untuk tidak dilakukan.

Kekosongan data itu yang membuat apakan vaksin itu akan efektif, menguatkan terbentuknya antibody pada vaksin sebelumnya, atau justru efeknya sebaliknya. WHO sendiri menyatakan tidak cukup bukti tentang vaksin yang beda teknologi.

Selain itu, WHO juga menyerukan agar negara-negara tidak melakukan penyuntikan booster, sementara banyak negara belum mampu melakukan vaksinasi COVID-19 secara memadai, bahkan untuk tenaga kesehatan yang sangat berisiko. Apalagi booster itu dari vaksin dengan teknologi berbeda.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home