Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 09:37 WIB | Senin, 26 Juli 2021

Inggris Sedang Teliti Varian Baru Virus COVID-19

Gambar mikroskop elektron transmisi tak bertanggal ini menunjukkan SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai novel coronavirus, virus yang menyebabkan COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di Amerika Serikat. Partikel virus ditampilkan muncul dari permukaan sel yang dibiakkan di laboratorium. (Foto: dok. NIAID-RML via Reuters)

LONDON, SATUHARAPAN.COM-Pengujian laboratorium telah dimulai pada varian virus corona baru, bernama B.1.621, Public Health England (PHE) mengumumkan pada hari Jumat (23/7).

PHE melaporkan bahwa 16 kasus varian telah diidentifikasi di Inggris sejauh ini, dengan mayoritas terkait dengan perjalanan ke luar negeri. Varian tersebut telah ditetapkan sebagai varian yang sedang diselidiki.

Laporan PHE menambahkan bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa varian tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah atau mempengaruhi efektivitas vaksin.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), varian tersebut pertama kali terdeteksi di Kolombia pada bulan Januari. Varian tersebut sejauh ini telah terdeteksi 1.267 kali di setidaknya 27 negara, termasuk Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Meksiko, dan Belanda.

ECDC melaporkan bahwa ada bukti dampak pada penularan dan kekebalan.

Sebuah makalah pracetak oleh para peneliti dari Kolombia yang diterbitkan pada bulan Mei menyatakan bahwa peningkatan frekuensi dan fiksasi dalam waktu yang relatif singkat di beberapa kota dekat di mana secara teoritis seharusnya herd immunity menunjukkan dampak epidemiologis.

Varian ini memiliki lima mutasi lonjakan yang menarik, termasuk mutasi E484K, R346K, N501Y, D614G dan P681H, menurut ECDC. Mutasi E484K dan R346K dapat membantu virus menghindari beberapa jenis antibodi, sedangkan mutasi N501Y, P681H dan D614G telah dikaitkan dengan peningkatan penularan.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home