Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 20:57 WIB | Senin, 11 April 2022

Inilah 10 Kota Paling Intoleran dan 10 Kota Paling Toleran di Indonesia

Daftar ini merupakan hasil riset Setara Institute tahun 2021 terhadap 94 kota di Indonesia.
Kota depok. Kota ini disebut sebagai kota paling intoleran dari hasil riset Setara Institute 2021. (Foto: dok. Ist)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Setara Institue mengeluarkan hasil riset yang menunjukkan tingkat toleransi di 94 kota di Indonesia atau Indeks Kota Toleran (IKT). Depok menjadi kota paling intoleran di Indonesia berdasarkan hasil riset Setara Institute pada tahun 2021.

Sementara kota Singkawang adalah kota yang paling toleran di Indonesia berdasarkan hasil riset yang merupakan laporan riset kelima yang dilakukan Setara Institute, dan dipublikasikan pada tanggal 30 Maret.

Riset ini menerapkan sistem skor dengan rentang skala 1-7. Semakin tinggi skornya, kondisi toleransi dianggap semakin baik.

Setara Institute menggunakan empat variabel dengan delapan indikator untuk mengukur tingkat toleransi, di antaranya:

  1. Regulasi Pemerintah Kota: Rencana pembangunan dalam bentuk RPJMD dan produk hukum pendukung lainnya, serta kebijakan diskriminatif.
  2. Tindakan Pemerintah: Pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi dan tindakan nyata terkait peristiwa.
  3. Regulasi Sosial: Peristiwa intoleransi dan dinamika masyarakat sipil terkait peristiwa intoleransi.
  4. Demografi Agama: Heterogenitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan.

Direktur Eksekutif Setara Institute, Ismail Hasani ,menjelaskan permasalahan utama yang menjadikan Depok sebagai kota paling intoleran adalah produk hukum yang diskriminatif. Selain itu, Wali Kota Depok dinilai tidak mempromosikan toleransi.

Kondisi intoleransi di Depok dinilai dipengaruhi oleh proses segregasi atau pemisahan kelompok yang terjadi selama 20 tahun terakhir.

Salah satu segregasi yang terjadi di Depok ialah pengaturan ruang publik berbasis agama, seperti pembangunan kawasan perumahan yang dikhususkan untuk agama tertentu.

Daftar 10 Kota Paling Intoleran

Berikut daftar 10 kota kota dengan indeks toleransi terendah (paling intoleran)di Indonesia menurut hasil riset Setara Institute 2021 dan skor yang didapat kota itu:

  1. Depok: 3,577
  2. Banda Aceh: 4,043
  3. Cilegon: 4,087
  4. Pariaman: 4,233
  5. Langsa: 4,363
  6. Sabang: 4,373
  7. Padang Panjang: 4,440
  8. Padang: 4,460
  9. Pekanbaru: 4,497
  10. Makassar: 4,517

Daftar 10 Kota Paling Toleran

Berikut daftar 10 kota kota dengan indeks toleransi tertinggi (paling toleran) di Indonesia menurut hasil riset Setara Institute 2021 dan skor yang didapat kota itu:

  1. Singkawang: 6,483
  2. Manado: 6,400
  3. Salatiga: 6,367
  4. Kupang: 6,337
  5. Tomohon: 6,133
  6. Magelang: 6,020
  7. Ambon: 5,900
  8. Bekasi: 5,830
  9. Surakarta: 5,783
  10. Kediri: 5,733

Menurut keterangan dalam riset tersebut, kota toleran didefinisikan sebagai kota yang memiliki atribut sebagai berikut:

  1. Visi dan rencana pembangunan yang inklusif serta mendukung keberagaman;
  2. Regulasi yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi, baik dalam bentuk perencanaan maupun pelaksanaan;
  3. Pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi;
  4. Tingkat peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama/ berkeyakinan rendah atau tidak ada sama sekali; dan
  5. Kota tersebut menunjukkan upaya yang cukup dalam tata kelola keberagaman identitas keagamaan warganya.

Laporan Kelima

Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2021 merupakan hasil pengukuran yang dilakukan Setara Institute untuk mempromosikan praktik-praktik toleransi terbaik kota-kota di Indonesia. Indeks Kota Toleran 2021 merupakan laporan kelima SETARA Institute sejak tahun 2015, 2017, 2018 dan 2020.

IKT ditujukan untuk memberikan baseline dan status kinerja pemerintah kota dalam mengelola kerukunan, toleransi, wawasan kebangsaan dan inklusi sosial. Baseline ini akan menjadi pengetahuan bagi masyarakat dan dunia tentang kondisi toleransi di 94 kota di Indonesia.

Pengukuran yang dilakukan SETARA Institute dalam Indeks Kota Toleran mengombinasikan paradigma hak konstitusional warga, sesuai jaminan konstitusi, dan hak asasi manusia, sesuai dengan standar hukum HAM internasional, khususnya hak sipil dan politik.

Studi ini ditujukan untuk mempromosikan pembangunan dan pembinaan ruang-ruang toleransi di kota yang dilakukan oleh pemerintah kota setempat dan/atau didukung serta berkolaborasi bersama elemen masyarakat secara umum.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home