Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 21:32 WIB | Senin, 11 Mei 2020

Irak: Demonstran Tewas Ditembak, 5 Orang Ditangkap dari Markas Partai

Para demonstran Irak berkumpul di jembatan Al-Jumhuriyah di ibukota Irak, Baghdad, pada hari Senin (11/5/2020). (Foto: AFP)

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM-Pasukan keamanan Irak menangkap setidaknya lima orang dari markas partai politik lokal di kota Basra, Irak, hari Senin (11/5), setelah seorang demonstran ditembak mati di luar gedung. Namun tidak disebutkan gedung itu milik partai apa.

Itu adalah korban tewas pertama sejak protes anti-pemerintah yang sederhana dimulai kembali pada hari Minggu (10/5), mengakhiri bulan yang relatif tenang setelah perdana menteri yang baru, Mustafa Kadhemi dilantik.

Kadhemi berjanji kepada para demonstran pertanggungjawaban pelaku atas lebih dari 550 orang yang tewas dalam kekerasan pada demonstrasi anti-pemerintah yang pertama kali meletus pada Oktober.

Pada hari Minggu malam, para pemrotes berkumpul di sekitar kantor partai lokal di Basra, sekali lagi menuntut pemecatan kelas penguasa Irak yang mereka tuduh korup dan terikat pada kepentingan Iran.

Seorang pemrotes berusia 20 tahun ditembak di kepala dan kemudian meninggal di rumah sakit, kata seorang sumber medis kepada AFP.

Beberapa jam kemudian, pasukan keamanan menyerbu kantor partai yang terletak sekitar satu kilometer dari kamp protes utama di Basra. "Kami menangkap lima orang yang menembaki para demonstran dari markas," kata Bassem al-Maliky, petugas pers pasukan keamanan Basra, mengatakan kepada AFP. Mereka juga menyita senapan dan amunisi dari markas partai itu.

Protes di Kota Lain

Penangkapan tersebut menandai peristiwa yang langka dari tanggapan resmi dan cepat keamanan atas kematian pemrotes. Sejauh ini hanya beberapa anggota pasukan keamanan yang dimintai pertanggungjawaban.

Sementara itu demonstrasi berlanjut di Baghdad dan beberapa bagian wilayah Irak. Di kota Kut pada Senin pagi, pengunjuk rasa mengepung rumah gubernur setempat, kata koresponden AFP di sana.

Ada juga aksi unjuk rasa semalam di Diwaniyah, dengan ratusan orang berkumpul meskipun ada saran dari pihak berwenang untuk menjaga jarak sosial untuk mengekang penyebaran COVID-19.

Hassan al-Mayahi, seorang pemrotes di sana, mengatakan bahwa "terlepas dari bahaya virus corona, kesepakatan politik partai-partai dan pengabaian mereka terhadap tuntutan dari dulu memaksa kami untuk kembali ke jalan untuk menekan mereka agar memberi kami hak-hak kami".    

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home