Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 11:12 WIB | Senin, 06 September 2021

Irak Izinkan 40.000 Peziarah di Peringatan Hari Arbaeen

Muslim Syiah berkumpul untuk berkabung sehari menjelang peringatan Arbaeen, yang menandai berakhirnya masa berkabung 40 hari atas pembunuhan di abad ketujuh terhadap Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad, di kota suci Karbala, Irak, pada 7 Oktober 2020. (Foto: dok. AFP)

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM-Irak hanya akan mengizinkan 40.000 orang asing, 30.000 di antara mereka dari Iran, untuk menghadiri ziarah Arbaeen akhir bulan ini di kota suci Syiah, Karbala, kata pihak berwenang hari Minggu (5/9), karena pandemi.

Arbaeen menandai berakhirnya masa berkabung 40 hari atas pembunuhan Imam Husein, cucu Nabi Muhammad, oleh pasukan khalifah Yazid pada tahun 680 M.

Ziarah tahunan biasanya melihat jutaan jemaah, kebanyakan orang Irak dan Iran, berkumpul di pusat kota Karbala dengan berjalan kaki.

Sekitar 14 juta hadir pada 2019, menurut angka resmi, sepertiga dari mereka adalah orang asing yang sebagian besar datang dari Iran, Teluk, Pakistan, dan Lebanon.

Tahun lalu, Baghdad membatasi jumlah orang asing menjadi 1.500 per negara karena risiko infeksi COVID-19.

Tahun ini, "30.000 peziarah dari republik Islam Iran", tetangga mayoritas Syiah Irak, akan diizinkan untuk hadir, menurut keputusan komite kesehatan dan keamanan Irak.

Akan ada kuota “10.000 peziarah dari negara-negara Teluk, negara-negara Arab dan seluruh dunia”, tambahnya.

Panitia, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi, mengatakan peziarah asing hanya diizinkan tiba melalui udara.

Arbaeen ditandai 40 hari setelah peringatan Syiah Asyura. Jutaan peziarah memadati Karbala bulan lalu untuk acara itu, mengabaikan ketakutan akan COVID-19.

Otoritas kesehatan telah menyatakan kekhawatirannya pada pertemuan serupa selama pandemi. "Kami telah memperingatkan kementerian kesehatan Irak terhadap semua jenis wisata religi," kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Irak, Ahmed Zouiten, mengungkapkan ketakutan bahwa pertemuan semacam itu bisa menjadi acara yang menyebar luas virus.

Irak, negara berpenduduk sekitar 40 juta, telah secara resmi mencatat hampir dua juta kasus COVID-19 dan lebih dari 21.000 kematian sejak awal wabah.

Tingkat vaksinasi rendah dan langkah-langkah seperti jarak sosial dan pemakaian masker secara luas diabaikan. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home