Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 12:03 WIB | Senin, 13 September 2021

Iran dan Irak Sepakat Batalkan Persyaratan Visa

Presiden Iran, Ebrahim Raisi, menyambut Perdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi, di Teheran, Iran hari Minggu (12/9). (Foto: Situs web resmi Presiden via Reuters)

TEHERAHN, SATUHARAPAN.COM-Iran dan Irak telah sepakat untuk membatalkan persyaratan visa antara kedua negara. Presiden Iran, Ebrahim Raisi, mengumumkan hal itu selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi, di Teheran.

Raisi mengatakan dalam konferensi pers bersama, bahwa "Al-Kadhimi setuju untuk meningkatkan porsi Iran mengenai pengunjung Arbaeen," menambahkan bahwa "kami memiliki hubungan yang mendalam dengan Irak."

Raisi menambahkan bahwa beberapa keputusan diambil dalam pertemuan bersama dengan Al-Kadhimi, termasuk "perjanjian untuk membatalkan persyaratan visa antara Irak dan Iran."

Al-Kadhimi Irak bertemu dengan Presiden Iran yang baru-baru ini terpilih Raisi pada hari Minggu (12/9) untuk membahas hubungan ekonomi negara bertetangga, kata sumber resmi.

Al-Kadhimi adalah pemimpin asing pertama yang mengunjungi Raisi yang ultra-konservatif, dan membawa "delegasi politik dan ekonomi tingkat tinggi," kata kantor berita resmi Iran, IRNA.

Televisi menunjukkan Perdana Menteri Irak disambut oleh pengawal kehormatan, sebelum segera memulai pertemuan yang menurut IRNA menyentuh "pertanyaan tentang kepentingan bersama dan internasional."

Kedua pemimpin itu mengadakan konferensi pers pada Minggu malam, lapor lembaga penyiaran negara Iribnews.

Sebagai tetangga Iran di barat, Irak telah mencari peran mediasi antara Teheran dan negara-negara Arab. “Kami ingin ini menjadi proses di mana semua orang mengatakan mereka telah membalas dendam pada Amerika. Ini akan menjadi proses kualitatif (yang bisa datang) dari udara, laut, sepanjang perbatasan Irak, di kawasan atau di mana saja. Ini adalah perang terbuka,” katanya.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home