Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 20:13 WIB | Jumat, 01 Mei 2020

Iran Kecam Jerman Memasukkan Hizbullah Lebanon sebagai Organisasi Teroris

Polisi khusus Jerman berkumpul di dekat pusat Al-Irschad di Berlin, Jerman, hari Kamis (30/4), setelah Jerman melarang kegiatan Hizbullah yang didukung Iran di wilayahnya dan menetapkannya sebagai organisasi teroris. (Foto: Reuters)

TEHERAN, SATUHARAPAN.COM-Iran mengecam Jerman yang melarang kegiatan gerakan Hizbullah Lebanon di negara itu, dan mengncam negara itu akan menghadapi konsekuensi atas keputusannya yang menyerah pada tekanan Israel dan Amerika Serikat.

Jerman pada hari Kamis (30/4) menyebut Hizbollah sebagai "organisasi teroris Syiah", dengan puluhan polisi dan pasukan khusus menyerbu masjid dan asosiasi di seluruh negara yang terkait dengan kelompok militan Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan semalam, kementerian luar negeri Iran mengatakan larangan itu mengabaikan "kenyataan di Asia Barat." Republik Islam Iran itu mengatakan langkah itu semata-mata didasarkan pada tujuan "mesin propaganda Zionis dan rezim Amerika yang bingung."

Iran "sangat" mengecam keputusan itu yang dikatakannya menunjukkan "sama sekali tidak hormat kepada pemerintah dan bangsa Lebanon, karena Hizbullah adalah bagian formal dan sah dari pemerintah dan parlemen negara itu."

Dukungan Iran di Lebanon

Iran mengatakan Hizbullah memiliki "peran kunci dalam memerangi terorisme Daesh (sebutan dalam akronim Bahasa Arab untuk ISIS) di kawasan itu."

"Pemerintah Jerman harus menghadapi konsekuensi negatif dari keputusannya dalam perang melawan kelompok teroris nyata di kawasan itu," tambahnya.

Hizbullah didirikan pada tahun 1982 selama perang sipil Lebanon dan berperang tahun 2006 dengan Israel. Iran adalah pendukung utama kelompok Syiah Lebanon dan "perlawanannya" terhadap musuh besar Republik Islam Iran itu, Israel.

Amerika Serikat dan Israel telah lama menetapkan Hizbullah sebagai kelompok teroris dan mendesak sekutu untuk mengikutinya. Seperti Uni Eropa, Jerman sampai sekarang hanya melarang sayap militer Hizbullah, dan mentolerir sayap politiknya.

Inggris melarang sayap politik Hizbullah tahun lalu, menjadikan keanggotaan pada gerakan Syiah atau mengundang dukungan untuk gerakan sebagai tidak kejahatan.(AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home