Loading...
DUNIA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 17:53 WIB | Jumat, 18 Desember 2015

ISIS Serang Irak untuk Tunjukkan Eksistensi

Kelompok ISIS. (Foto: snope.com)

IRAK, SATUHARAPAN.COM – “Pejuang ISIS melakukan operasi militer secara signifikan di Irak utara dalam lebih dari lima bulan ketika mereka melancarkan tiga serangan pada hari Rabu malam (16/12) di utara dan timur Mosul,” kata pejabat Amerika pada hari Kamis (17/12).

Serangan itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa ISIS masih memiliki kekuatan tempur yang kuat dan ampuh meskipun telah ada kemunduran ISIS di Sinjar, Irak, dan di Suriah utara. Selain itu, hal tersebut dimaksudkan untuk mengganggu upaya koalisi pimpinan Amerika dalam mempersiapkan pertempuran merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di Irak, yang dikuasai oleh ISIS pada bulan Juni 2014.

Serangan yang berlangsung pada malam kunjungan Menteri Pertahanan, Ashton Carter, hari Kamis (17/12), berupa serangan udara Amerika dan terjadi pertempuran sengit dengan pejuang pasukan Kurdi, Pesh Merga. “Puluhan pejuang Kurdi tewas,” kata seorang pejabat Kurdi.

Dikatakan oleh Jenderal Senior Amerika di Irak Utara, Mark Odom, serangan itu dimaksudkan mengganggu pergerakan yang bermaksud mengelilingi dan selanjutnya menguasai Mosul.

"Terakhir kali kami mengalami serangan serius adalah pada tanggal 6 Juli,” kata Jenderal Odom.

“Serangan terkoordinasi berlangsung di Narwan, Bashiqa, dan Tal Aswad. Masing-masing dari serangan melibatkan 80 sampai 120 pejuang ISIS yang bermanuver dalam formasi kecil dan menggunakan mobil buldoser lapis baja, truk dengan senapan mesin, dan kendaraan yang digunakan oleh pelaku bom bunuh diri,” tambah Jenderal Odom.

Para pejabat Amerika memperkirakan bahwa 180 pejuang ISIS tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh pesawat Amerika, Inggris, dan Perancis. Pemboman berlangsung sampai hari Kamis (17/12) jam 09.00 waktu setempat.

 

Dari serangan itu, pejabat Kurdi berupaya memperbaharui kendaraan lapis baja dengan menambahkan lebih banyak amunisi dan peralatan khusus sehingga dapat bersaing dengan kelompok ISIS. Mereka bersikeras bersaing dengan ISIS.

Setelah pertemuannya dengan Massoud Barzani, Presiden Wilayah Otonomi Kurdi, Carter mengisyaratkan bahwa pemerintahan Obama akan mempercepat pengiriman beberapa senjata ke Kurdi.

Amerika Serikat telah berjanji untuk menyediakan senjata dan peralatan untuk dua brigade tempur baru dengan catatan Kurdi meninjaklanjuti rencana untuk membangun unit yang akan mengintegrasikan pejuang dari dua partai politik utama Kurdi (Partai Demokrat Kurdistan dan Uni Patriotik Kurdistan). Namun, Kurdi menyatakan bahwa membentuk brigade baru akan mahal dan memakan waktu. Jadi Carter mengatakan, pemerintahan Obama sekarang berencana untuk bergerak maju pula dengan pengiriman peralatan yang disimpan di Kuwait. Carter menjelaskan bahwa peralatan tersebut akan digunakan oleh Kurdi untuk pengepungan dari Mosul setelah pasukan Irak merebut kembali Ramadi dari ISIS.

Selama kunjungannya di sini, Carter juga bertemu dengan beberapa komando pasukan khusus yang baru saja bepergian ke Suriah Utara untuk bekerja dengan pejuang Suriah dan pasukan Kurdi di sana. Seorang Pejabat Departemen Pertahanan yang membahas pertemuan tertutup, mengatakan bahwa Carter didorong untuk membangun kekuatan Arab-Suriah yang bisa memberikan tekanan pada Raqqa di wilayah ISIS.

Pemandangan di Irak utara adalah salah satu yang rumit. Seorang pejabat koalisi yang berbicara pada kondisi anonimitas untuk membahas laporan intelijen, mengatakan bahwa dalam beberapa minggu terakhir Turki telah mengirimkan sekitar 1.000 tentara dan sejumlah tank kecil untuk memperkuat sekitar 200 tentara Turki yang telah terlibat dalam pelatihan pejuang lokal.

Kehadiran pasukan Turki telah menjadi sumber utama gesekan antara Irak dan Turki, dan mereka terperangkap dalam pertempuran baru-baru ini.

Menurut seorang pejabat koalisi, para pejuang ISIS pada hari Rabu berhasil menyelinap ke daerah Kurdi dan menembakkan mortir di dasar Zilikan, Bashiqa Irak Utara, di mana pasukan Turki berpusat. Namun, juru bicara Uni Patriotik Kurdistan di wilayah tersebut mengatakan bahwa para pejuang ISIS benar-benar mencoba untuk menargetkan pasukan Merga Pesh di wilayah ketika mereka menyerang pusat Zilikan. (nytimes.com)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home