Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 16:51 WIB | Senin, 17 Oktober 2016

Jokowi ke Papua akan Resmikan Infrastruktur Kelistrikan

Mengawali kegiatannya di Bumi Cenderawasih usai tiba di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura pada Senin 17 Oktober 2016 sekira pukul 14.00 WIT, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana langsung menyambangi SD Bonaventura di Jalan Raya Kemiri Sentani yang berjarak sekitar 700 meter dari Bandar Udara Sentani. Presiden dan Ibu Negara meninjau pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) kepada para ibu hamil, balita dan anak sekolah. (Foto: BPMI Setpres)

SENTANI, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan meresmikan enam infrastruktur kelistrikan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat di Sentani, Kabupaten Jayapura, hari Senin (17/10) sore.

Keenam infrastruktur kelistrikan tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air Orya Genyem 2x10 MW,  Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Prafi 2x1,25 MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 kilo Volt Genyem–Waena–Jayapura sepanjang 174,6 kilo meter sirkit.

Kemudian, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Holtekamp-Jayapura sepanjang 43,4 kilo meter sirkit, Gardu Induk Waena–Sentani 20 Mega Volt Ampere dan Gardu Induk Jayapura 20 Mega Volt Ampere.

Dengan diresmikannya enam infrastruktur kelistrikan Papua dan Papua Barat tentunya akan mengurangi masalah kurangnya pasokan listrik di kedua provinsi tersebut.

Masalah listrik adalah masalah yang dihadapi semua provinsi di Indonesia karena saat Presiden berkunjung ke suatu daerah, masalah pertama yang disampaikan warga adalah kondisi biarpet.

Krisis listrik ini terjadi karena adanya keterlambatan dalam membangun pembangkit listrik. Secara bertahap, pemerintah terus berusaha mengatasi masalah krisis listrik dengan membangun pembangkit listrik yang tersebar di banyak wilayah di Indonesia.

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan sebelum meresmikan enam infrastruktur kelistrikan, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan mengawali kegiatannya di Papua dengan mengunjungi sebuah sekolah dasar yang berada di Kabupaten Jayapura untuk menghadiri acara Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Di sini Presiden akan menyerahkan makanan tambahan kepada ibu hamil, anak di bawah lima tahun dan anak sekolah,” kata Bey dalam keterangan tertulis, hari Senin (17/10).

Dalam beberapa kali kunjungan ke daerah, PMT menjadi bagian dari agenda kunjungan kerja Presiden karena dalam pandangan Presiden PMT sangat penting untuk investasi anak-anak Indonesia.

“Akan terus kita lakukan dalam minggu-minggu ini dan minggu-minggu depan. Karena ini penting untuk investasi masa depan anak anak kita,” kata Presiden Jokowi di Serang Banten pada September lalu.

"Untuk ibu-ibu hamil, kita enggak mau ada gizi buruk, untuk anak-anak balita kita, kita juga enggak mau ada gizi buruk. Yang ketiga untuk anak-anak sekolah terutama di SD ini akan kita beri makanan tambahan dan akan terus kita gaungkan betapa pentingnya sumber protein bagi anak anak kita. Ini akan terus kita lakukan,” kata Presiden saat itu.

Presiden dan Ibu Iriana bertolak menuju Papua dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Senin pagi, 17 Oktober 2016 pukul 07.30 WIB.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan ke Papua, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI  Hadi Tjahjanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan. (Setpres)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home