Loading...
FOTO
Penulis: Sabar Subekti 06:44 WIB | Kamis, 30 September 2021

Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau

Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau
Presiden Joko Widodo melakukan penanaman mangrove bersama masyarakat di Pantai Wisata Raja Kecik, Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada Selasa, 28 September 2021. (Foto-foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau
Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau
Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau
Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau
Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau
Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau
Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau
Jokowi Tanam Mangrove di Bengkalis, Riau

BENGKALIS, SATUHARAPAN.COM-Presiden Joko Widodo bersama masyarakat setempat melakukan penanaman mangrove di daerah yang terdampak abrasi di Pantai Wisata Raja Kecik, Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, hari Selasa (28/9).

“Ini meneguhkan komitmen kita terhadap Paris Agreement, terhadap perubahan iklim dunia dan di tahun 2021 ini kita akan melakukan rehabilitasi mangrove di seluruh Tanah Air sebanyak 34 ribu hektare,” kata Presiden dalam keterangan pers usai penanaman.

Kegiatan penanaman tersebut merupakan bagian dari rehabilitasi lahan mangrove yang diharapkan dapat memberikan sejumlah keuntungan baik secara ekologi maupun ekonomi.

Di Kabupaten Bengkalis rehabilitasi mangrove dilakukan pada lahan seluas 1.292 hektare (tahun 2020 seluas 319 hektare dan tahun 2021 seluas 973 hektare) dengan melibatkan masyarakat lokal. Penanaman mangrove bersama masyarakat di Pantai Wisata Raja Kecik dilakukan pada lahan seluas kurang lebih 7 hektare dari total luasan 100 hektare.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan bahwa masalah dan ancaman terhadap ekosistem mangrove antara lain alih fungsi kawasan menjadi lahan pertanian, perkebunan, pemukiman, perikanan (tambak) dan infrastruktur lain. Juga adanya illegal logging, pencemaran limbah, dan abrasi pantai akibat gelombang laut.

“Kerusakan mangrove tercatat kurang lebih seluas 600.000 hektare dan ditargetkan untuk dilakukan upaya pemulihan dan rehabilitasi sampai dengan tahun 2024 melalui komitmen para pihak ,baik pemerintah maupun non-pemerintah,” kata Siti.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home