Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 07:21 WIB | Sabtu, 09 Januari 2021

Jokowi: Vaksinasi Pekan Depan, Tapi Tunggu Izin BPOM

Presiden Joko Widodo ketika menyerahkan bantuan modal kerja, hari Jumat (8/1) di Jakarta. (Foto: Setneg.)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa vaksinasi dilakukan pekan depan, dan harinya masih menunggu ini penggunaan darurat dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Presiden mengatakan hal itu hari Jumat (8/1) ketika menyerahkan bantuan modal kerja secara gratis kepda warga masyarakat.

Namun presiden mengatakanbahwa berdisiplin pada protokol kesehatan merupakan upaya utama untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 sekaligus memutus mata rantai penularan. 

Selain itu, menjalani vaksinasi COVID-19 penting untuk dilakukan agar situasi pandemi saat ini dapat segera berlalu.

Disebutkan pemerintah telah mendistribusikan sejumlah dosis vaksin ke seluruh provinsi di Indonesia dan akan terus dilakukan secara bertahap. Masing-masing daerah akan mulai bersiap untuk menggelar vaksinasi yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

"Vaksinasinya kapan? Kalau ada yang bertanya, saya jawab minggu depan. Harinya? Menunggu izin penggunaan darurat dari BPOM. Tahapan itu harus kita lalui," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa tahapan-tahapan saintifik tidak boleh dilewati begitu saja. Pemerintah ingin memastikan agar vaksin yang disuntikkan kepada penerima memang betul-betul aman dan dapat diterima masyarakat.

"Kalau izin penggunaan darurat itu belum keluar dari BPOM, ya kita belum bisa vaksinasi. Saya belum tahu keluarnya kapan, bisa hari ini, Senin, atau mungkin Selasa. Tapi kita harapkan izin penggunaan darurat itu segera bisa dikeluarkan oleh BPOM," katanya.

Tentang aspek kehalalan vaksin, pemerintah juga menunggu hasil audit beserta fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Kita sudah memikirkan semuanya. Majelis Ulama Indonesia nanti yang akan menentukan aspek halal. Tahapan itu dilalui semua," katanya.

Pemerintah mengharapkan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi ini. Sebanyak 182 juta warga ditargetkan untuk menerima vaksin COVID-19 agar terbentuk kekebalan komunal.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home