Loading...
SAINS
Penulis: Bayu Probo 16:24 WIB | Selasa, 11 Agustus 2015

Jokowi: Watak Anak Jangan Tergantung Pemerintah dan Sekolah

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo (tengah) serta Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri PPPA Yohana Yembise berfoto bersama dengan anak-anak pada acara puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2015 di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8). Peringatan tahun ini mengambil tema Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa semua pihak bertanggung jawab membangun watak anak sehingga muncul anak-anak berjati diri dan kepribadian Indonesia.

“Jangan hanya menggantungkan kepada pemerintah dan sekolah,” kata Presiden usai peringatan Hari Anak Nasional 2015 di Istana Bogor Jawa Barat, Selasa (11/8).

Presiden menyebutkan pembangunan nilai-nilai itu memerlukan jangka waktu yang panjang.

“Yang paling penting adalah membangun culture, nilai-nilai dan itu memerlukan jangka waktu yang panjang,” katanya menjawab pertanyaan bagaimana peran pemerintah untuk memutus mata rantai kekerasan kepada anak.

Menurut Kepala Negara, pembangunan karakter anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan sekolah, melainkan juga keluarga serta lingkungan masyarakat.

“Kalau bangunan nilai-nilai itu berhasil kita lakukan di mana kita mendapatkan anak-anak yang punya karakter dan kepribadian maka muncul anak-anak berjati diri Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama Ketua Komnas Perlindungan Anak Aries Merdeka Sirait mengharapkan pemerintah memberikan dukungan moral dalam memutus mata rantai kekerasan terhadap anak pada Peringatan Hari Anak 2015.

“Saya berharap Presiden memberikan dukungan moral kepada bangsa ini khususnya bagaimana memutus mata rantai kekerasan terhadap anak yang sedang banyak terjadi,” katanya.

Ia menyebutkan saat ini begitu banyak kasus itu seperti anak ditelantarkan, teraniaya, termasuk kasus Angeline.

“Itu tidak disinggung sama sekali, yang kita harapkan Bapak Presiden bisa memberikan dukungan moral secara nasional bagaimana memutus mata rantai kekerasan terhadap anak,” katanya.

Jokowi Minta Anak-Anak Belajar

Sebelumnya, Presiden juga meminta anak-anak untuk belajar dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

“Saya titip anak-anak semua belajar yang baik. Jangan lupa ibadah, sembahyang, olahraga biar sehat,” kata Presiden Jokowi dalam peringatan Hari Anak Nasional 2015 di Halaman Istana Kepresidenan Bogor, Selasa.

Acara tersebut dihadiri sekitar 2.500 anak dari berbagai daerah seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi mendoakan agar anak-anak dapat pulang kembali ke daerah asal dengan selamat.

“Semoga selamat sampai di rumah ketika pulang ke daerah atau kabupaten masing-masing,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan, Presiden Jokowi membagikan sepeda kepada sejumlah anak setelah memberikan kuis atau pertanyaan atau meminta anak-anak untuk memperagakan kemampuannya.

Anak-anak yang mendapat hadiah sepeda antara lain yang memperagakan Tari Saman, peragaan oleh polisi cilik. Sementara pertanyaan yang diajukan Presiden Jokowi antara lain nama provinsi, nama kabupaten dan nama pepohonan di Indonesia, jenis binatang di Tanah Air.

Selain sejumlah menteri Kabinet Kerja, juga tampak sejumlah gubernur antara lain Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Juga tampak hadir Ketua Komnas Perlindungan Anak Aries Merdeka Sirait. (Ant)

Ikuti berita kami di Facebook


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home