Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 14:44 WIB | Jumat, 05 Juni 2015

Kadin Kembali Bentuk Dewan Gula Indonesia

Ketua DGI sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi dan Bulog Natsir Mansyur (tengah) sedang memaparkan perkembangan pembentukan Dewan Gula Indonesia di Menara Kadin Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (4/6). (Foto: Diah A.R)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali membentuk Dewan Gula Indonesia (DGI) setelah sebelumnya pada Desember 2014 pemerintah membubarkannya dan mengembalikannya ke kementerian terkait.

“Ternyata, dalam perkembangannya, DGI masih sangat diperlukan oleh stakeholder pergulaan nasional sehingga Kadin menganggap ini sangat penting (dibentuk lagi). Karena peran DGI sebagai lembaga koordinasi antara para stakeholder, produsen, dan pedagang,” kata Ketua DGI sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi, dan Bulog Natsir Mansyur di Menara Kadin Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (4/6).

Saat ini, kata dia, kepengurusan DGI yang terdiri atas asosiasi, organisasi, dan kementerian terkait bidang pergulaan sudah dibentuk. Namun, Kadin masih menunggu penasihat yang berasal dari beberapa kementerian untuk melakukan konfirmasi ulang kepada menteri-menteri terkait. Setelah dikonfirmasi, nantinya DGI ini akan didaftarkan kepada Kementerian Hukum dan HAM sebagai organisasi resmi.

“Saat ini kami sedang proses anggaran dasarnya agar bisa tercatat di Kemenkumham dan berharap agar DGI versi Kadin itu juga bisa dikeluarkan Kepresnya (keputusan presiden). Itu cita-cita kami,” kata Natsir.

Natsir kemudian memaparkan bahwa visi DGi ini adalah menjadi institusi pergulaan yang berperan bagi tercapainya kemandirian gula yang berkelanjutan, melalui pengembangan sistem dan usaha gula yang modern, efisien, ramah lingkungan, dan ikut mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, dan makmur.

Tujuan dibentuk DGI ini juga, kata dia, untuk memberikan saran dan pendapat baik diminta maupun tidak kepada pemerintah dan pemangku kepentingan berkaitan dengan kebijakan pergulaan nasional, kebijakan subsidi baik di hulu dan hilir, pengembangan industri, distribusi, teknologi, dan kebijakan lainnya.

“Semangatnya tetap sama (dengan DGI yang pernah dibuat) yaitu memajukan industri gula nasional,” kata dia.

 

Editor : Sotyati

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home