Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:35 WIB | Senin, 17 Oktober 2022

Kanselir Jerman Usul Reformasi Uni Eropa dan Perbesar Otonomi Militer

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, menyampaikan pidato dalam kongres Partai Sosialis Eropa (PES) di Berlin, Jerman, hari Sabtu, 15 Oktober 2022. (Foto: AP/Michael Sohn)

BERLIN, SATUHARAPAN.COM-Kanselir Jerman, Olaf Scholz, pada Sabtu (15/10)  menyerukan reformasi Uni Eropa agar sesuai dengan penerimaan negara-negara baru serta otonomi militer yang lebih besar dari blok 27 negara itu.

Berbicara di Kongres Partai Sosialis Eropa di Berlin, Jerman, Scholz menganjurkan untuk secara bertahap menghapus prinsip kebulatan suara untuk keputusan dalam kebijakan luar negeri, tetapi juga di bidang lain seperti kebijakan pajak.

"Saya tahu bahwa kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan di sana," kata kanselir. “Tetapi saya juga mengatakan dengan jelas: jika geopolitik Eropa adalah aspirasi kita, maka keputusan mayoritas adalah keuntungan dan bukan kerugian kedaulatan.”

Saat ini, banyak keputusan UE hanya dapat dibuat jika semua negara memilih dengan suara bulat.

Scholz juga mendukung lebih banyak otonomi militer UE. Dia menyerukan pengadaan senjata dan peralatan yang terkoordinasi, pembentukan pasukan reaksi cepat UE pada tahun 2025, dan markas besar UE untuk angkatan bersenjata Eropa.

“Di Eropa, kita membutuhkan interaksi yang lebih baik antara upaya pertahanan kita,” katanya. "Di masa depan, Eropa akan membutuhkan peningkatan kemampuan yang terkoordinasi ... kita harus percaya diri dan bersama-sama memajukan pertahanan Eropa." (AP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home