Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 19:08 WIB | Rabu, 18 November 2015

Kelompok Abu Sayyaf Filipina Penggal Kepala Tawanan Warga Malaysia

Ilustrasi peta daerah Jolo, tempat kelompok Abu Sayyaff memenggal kepala tawanannya (Foto: CNN Filipina)

METRO MANILA, SATUHARAPAN.COM - Seorang juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina mengkonfirmasi pada hari Rabu (18/11) bahwa kelompok Abu Sayyaf telah memenggal seorang tawanan di kota Inadanan di Sulu, Filipina.

Kendati demikian, Kolonel Restituto Padilla, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) itu  tidak mengungkapkan identitas tawanan yang dibunuh.

Dia menjelaskan bahwa pemancungan berlangsung setelah negosiasi gagal dengan kelompok Abu Sayyaf.

CNN Filipina melaporkan  pernyataan Kantor Kepolisian Daerah Jolo, yang mengatakan telah menyerahkan sebuah kepala tak dikenal kepada seorang pejabat bernama Kapten. Sayid Cedicol di Rumah Sakit KHTB Trauma  di desa Jolo, Bus-Bus, sekitar pukul 10:30 malam pada hari Selasa (17 November).

Surat kabar Malaysia, The Star melaporkan bahwa pengusaha Malaysia Bernard Then telah dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf ketika kelompok itu dikejar oleh militer sekitar pukul 04:00 pada hari Selasa.

Laporan lain mengatakan korban berada di bawah tahanan pemimpin kelompok di bawah Abu Sayyaff, Alhabsi Misaya, Idang Susukan, dan Alden Bagadi.

Susukan diduga mengeluarkan ultimatum kepada kerabat tawanan, namun keluarga gagal memenuhi tuntutan penculik.

Bernard Then ditangkap oleh kelompok Abu Sayyaf Mei lalu, bersama dengan manajer Ocean King Seafood Restaurant, Thien Nyuk Fun, 50.

Thien dibebaskan 8 November lalu  setelah diduga membayar uang tebusan sebesar 30 juta peso.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memposting sebuah pernyataan di Facebook mengekspresikan keterkejutan dan kecaman atas tindakan biadab dan barbar itu.

"Saya, pemerintah, dan semua orang Malaysia terkejut dan muak dengan pembunuhan warga senegara kami Bernard dan kami mengutuk dalam istilah terkuat."

"Pikiran kami, doa dan belasungkawa tulus kepada  keluarga dan teman-temannya."

Razak, yang berada di Manila untuk menghadiri pertemuan pemimpin negara-negara Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), juga meminta pemerintah Filipina untuk mengambil tindakan terhadap para pelaku, menambahkan bahwa pemerintah Malaysia akan sepenuhnya bekerja sama pada penyelidikan.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home