Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:32 WIB | Senin, 06 Juli 2020

Kelompok Anti Rasisme Prancis Tuntut HIlangkan Patung Tokoh Perbudakan

Kelompok Anti Rasisme Prancis Tuntut HIlangkan Patung Tokoh Perbudakan
Orang bekerja untuk memindahkan patung tokoh Konfederasi, Jenderal Stonewall Jackson di Richmond, Amerika Serikat, pada hari Rabu (1/7/2020). ( Foto: AP)
Kelompok Anti Rasisme Prancis Tuntut HIlangkan Patung Tokoh Perbudakan

PARIS, SATUHARAPAN.COM-Kelompok-kelompok anti-rasisme memimpin "tur de-kolonial" Paris pada hari Minggu (5/7) untuk meminta perhatian pada monumen dan jalan-jalan menghormati tokoh-tokoh sejarah yang terkait dengan perdagangan budak atau pelanggaran era kolonial.

Pawai tersebut, dimulai di Museum Imigrasi di ibu kota Prancis, diadakan pada peringatan 58 tahun kemerdekaan Aljazair dari Prancis setelah perang yang panjang dan brutal.

Ini diselenggarakan oleh sebuah kelompok yang mewakili lingkungan berpenghasilan rendah di pinggiran Prancis yang merupakan rumah bagi komunitas besar yang melacak asal mereka di bekas koloni. Aktivis kulit hitam dan kelompok hak-hak migran juga bergabung dengan aksi itu.

Sementara itu, patung-patung telah dijatuhkan di Amerika Serikat, dan di beberapa negara Eropa lainnya di tengah gerakan anti-rasisme global setelah kematian George Floyd oleh polisi pada 25 Mei. Namun respons terhadap monumen semacam itu di Prancis sejauh ini bisa diredam.

Patung-patung yang berada di banyak tempat telah ditutup dengan coretan-coretan, tetapi Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bersikeras bahwa pihak berwenang tidak akan menghapus monumen kontroversial, seperti yang terjadi di negara lain.

Dalam sebuah panggilan di jejaring sosial, penyelenggara pawai hari Minggu menuduh pemerintah "mengabaikan ingatan orang-orang yang menjadi budak atau dijajah dengan pembantaian massal." Mereka ingin Prancis mengganti nama jalan-jalan dan monumen untuk orang-orang yang berperang melawan perbudakan, kejahatan perdagangan dan kolonial.

Aljazair dianggap sebagai permata di kekaisaran kolonial Prancis, dan menandai hari kemerdekaannya pada hari Minggu (5/7) dengan upacara pemakaman khusus untuk 24 pejuang perlawanan yang dipenggal oleh pasukan Prancis pada abad ke-19.

Tengkorak para pejuang dibawa kembali ke Prancis sebagai “piala” dan disimpan di museum Paris selama beberapa dekade sampai mereka kembali ke Aljir pada hari Jumat (3/7). (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home