Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 19:46 WIB | Kamis, 02 Juni 2016

Kemendag-AKC Dorong Ekspor Kulit dan Fesyen ke Korsel

Peragaan busana. (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan diversifikasi produk ekspor melalui pengembangan desain.

Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kemendag Arlinda mengatakan, hal tersebut penting dilakukan mengingat kesesuaian desain produk dengan selera pasar negara tujuan ekspor akan mendorong peningkatan ekspor.

Kemendag bekerja sama dengan Delegasi ASEAN Korea Centre (AKC) yang dipimpin Sekretaris Jenderal AKC Kim Young-Sun menyelenggarakan kegiatan adaptasi produk kulit dan fesyen dengan format kunjungan perusahaan dan seminar pada 30 Mei-2 Juni 2016 di dua kota, yaitu Surabaya (30-31 Mei) dan Jakarta (1-2 Juni).

Arlinda menjelaskan, kegiatan ini fokus pada pengembangan ekspor produk kulit dan fesyen, khususnya ke Korea Selatan (Korsel).

“Kegiatan ini akan memberikan informasi strategi diversifikasi produk ekspor, khususnya ke negara tradisional yaitu Korsel, dalam hal tren desain, selera pasar, standar kualitas, strategi pemasaran efektif, serta prosedur ekspor dan regulasi yang berlaku di Korsel,” kata Arlinda dalam keterangan tertulis hari Kamis (2/6).

Arlinda menegaskan, rangkaian kegiatan adaptasi produk kulit dan fesyen ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan akses pasar produk kulit dan fesyen Indonesia ke Korsel. Kedua produk tersebut adalah salah satu produk potensi ekspor Indonesia.

Hal ini dapat terlihat bahwa pada periode 2011-2015 untuk ekspor kulit tercatat mengalami kenaikan 0,27 persen dari USD 430,52 juta di tahun 2011 menjadi USD 437,9 juta di tahun 2015.

Terdapat 10 negara terbesar tujuan ekspor produk kulit Indonesia, yaitu Amerika Serikat, RRT, Jepang, Singapura, Hong Kong, Jerman, Belanda, Belgia, Korsel dan India.

Sementara untuk produk fesyen, nilai ekspor Indonesia ke dunia pada periode 2011-2015 mengalami kenaikan yang cukup menggembirakan, yaitu sebesar 8,15 persen dari USD 11,56 miliar di tahun 2011 menjadi USD 15,39 miliar di tahun 2015.

Sama halnya dengan produk kulit, Korsel juga termasuk satu dari 10 negara tujuan ekspor produk fesyen Indonesia selain Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Jepang, Jerman, Hong Kong, RRT, dan Belgia.

Seminar ini dihadiri Konsul Jenderal Kedutaan Besar Korsel di Indonesia Myong-ho Rhee, dan Deputi Bidang Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Joshua Puji Mulia Simanjuntak, serta diikuti 140 peserta dari kalangan pelaku usaha, asosiasi, praktisi/desainer, dan akademisi di bidang fesyen.

Sebelumnya, para Delegasi AKC telah melakukan kunjungan ke pelaku usaha di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada 1 Juni 2016. Arlinda menjelaskan kunjungan ini bertujuan agar para delegasi Korsel dapat memperoleh gambaran mengenai proses produksi.

Pertemuan Bisnis

Usai mengadakan seminar, mereka juga mengadakan pertemuan bisnis dan konsultasi dengan pakar dari Korsel dengan target peserta pelaku usaha, asosiasi, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya.

“Pada sesi business meeting, importir Korsel dapat memberikan masukan dan informasi produk-produk yang berpeluang di pasar Korsel. Kesempatan itu juga membuka peluang terjadinya kontak dagang antara buyer Korsel dan pelaku usaha,” lanjut Arlinda.

Pada program yang juga bagian dari capacity building bidang perdagangan dan investasi AKC ini, lima tenaga ahli dibawa AKC untuk menyampaikan informasi sekaligus juga merupakan importir/buyer. Mereka berasal dari perusahaan THE DPKOREA, I.D Look, WJ International, HANEX C7T Corporation, dan Market Cast.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilangsungkan di Surabaya pada 30-31 Mei 2016. Kunjungan ke perusahaan yang dilakukan pada 30 Mei 2016, dilanjutkan dengan seminar pada keesokan harinya yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Surabaya, dan dihadiri sekitar 130 peserta.

Turut hadir dalam seminar di Surabaya Sekretaris Jenderal AKC Kim Young-Sun, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Dody Edward, Staf Ahli Gubernur Provinsi Jawa Timur Bidang Ekonomi, Atase Perdagangan Seoul, Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home