Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 10:11 WIB | Minggu, 17 Oktober 2021

Kerusuhan di Bangladesh, Muslim Protes Penghinaan pada Al Quran

Polisi bentrok dengan jamaah selama protes atas dugaan penghinaan terhadap Islam, di luar Masjid Baitul Mukarram di Dhaka, Bangladesh, Jumat, 15 Oktober 2021. (Foto: AP)

DHAKA, SATUHARAPAN.COM-Polisi Bangladesh menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah ribuan pengunjuk rasa di dua kota utama Bangladesh pada hari Jumat (15/10), hari ketiga protes keagamaan di negara mayoritas Muslim itu, kata pihak berwenang.

Protes dimulai pada hari Rabu (13/10) setelah beredar informasi sebuah Al Quran yang diletakkan di atas lutut dewa dalam perayaan festival Hindu Durga Puja di negara itu. Penganut Hindu merupakan 10 persen dari populasi Bangladesh.

Sedikitnya empat orang tewas pada Rabu malam ketika polisi menembaki kerumunan sekitar 500 orang yang menyerang sebuah kuil Hindu di Hajiganj, salah satu dari beberapa kota yang dilanda kerusuhan.

Dua orang Hindu juga tewas dan sekitar 150 lainnya terluka di seluruh negeri, kata pemimpin masyarakat Gobinda Chandra Pramanik kepada AFP, dengan sedikitnya 80 candi  diserang. Pihak berwenang tidak mengkonfirmasi jumlah korban.

Pada hari Jumat, sekitar 2.500 jamaah Muslim berkumpul di luar Masjid Baitul Mukarram, masjid terbesar di Bangladesh di Dhaka tengah, menuntut “hukuman” untuk “penodaan” kitab suci Islam.

“Mereka membawa prosesi dan kemudian melemparkan sandal dan batu bata ke petugas kami. Kami menembakkan peluru air mata dan peluru karet untuk membubarkan mereka," kata Sazzadur Rahman, wakil komisaris polisi Dhaka.

Dia mengatakan setidaknya lima petugas terluka dan tiga pengunjuk rasa ditahan. Seorang fotografer AFP di tempat kejadian mengatakan lebih dari 5.000 orang bergabung dalam protes tersebut.

Di Chittagong, polisi menembakkan 50 peluru kosong untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa Muslim yang melempari petugas yang menjaga kuil Hindu, kata pejabat polisi setempat Bijoy Basak.

Layanan internet ponsel berkecepatan tinggi ditutup di seluruh negeri dalam upaya nyata untuk mencegah penyebaran kekerasan.

Dan di tengah kekhawatiran atas kekerasan yang "mengganggu" tetangga mayoritas Hindu, India, Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, bertemu dengan para pemimpin komunitas pada hari Kamis dan menjanjikan tindakan tegas.

“Sejauh ini sekitar 90 orang telah ditangkap. Kami juga akan memburu semua dalangnya,” kata Menteri Dalam Negeri, Asaduzzaman Khan.

Minoritas Hindu, yang berjumlah sekitar 17 juta, telah menghadapi kekerasan sporadis dalam beberapa tahun terakhir, yang sering dipicu oleh rumor yang tersebar di media sosial. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home