Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 10:33 WIB | Senin, 18 Januari 2021

Kerusuhan Melanda Tunisia, 240 Orang Ditangkap

Demonstran bentrok dengan pasukan keamanan selama protes di kota Siliana, Tunisia, ibu kota Provinsi Siliana, sekitar 130 kilometer barat daya ibu kota Tunis, pada hari Sabtu (16/1/2021). Kerusuhan terus berlangsung hingga hari Minggu dan meluas di banyak kota. (Foto: AFP)

TUNIS, SATUHARAPAN.COM-Kerusuhan dan bentrokan kekerasan antara polisi Tunisia dan pengunjuk rasa pecah pada hari Minggu (17/1) di ibu kota Tunis dan beberapa kota lain selama dua hari berturut-turut, saat negara itu menghadapi krisis ekonomi yang parah.

Pihak berwenang Tunisia sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah menangkap 240 orang, sebagian besar remaja, setelah bentrokan dengan polisi di beberapa kota pada malam hari dan pada siang hari pada hari Minggu.

Satu dekade setelah revolusi melawan kemiskinan, korupsi dan ketidakadilan, Tunisia telah maju menuju demokrasi, tetapi masalah ekonominya tetap memburuk, dengan negara berada di ambang kebangkrutan dan layanan publik dalam situasi yang memprihatinkan.

Para pengunjuk rasa tidak membuat tuntutan yang jelas dalam demonstrasi, yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai kerusuhan, dan ini terjadi di setidaknya 10 kota di seluruh negeri.

Di daerah yang rusak akibat terus dilanda kerusuhan di ibu kota, pengunjuk rasa, kebanyakan dari mereka remaja, memblokir jalan dan melemparkan batu ke arah polisi. Polisi menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan mereka pada hari Minggu. Bentrokan juga menyebar ke daerah Mnihla di Tunis.

Juru bicara Pasukan Keamanan Dalam Negeri, Walid Hkima, mengatakan polisi anti huru-hara telah menangkap 242 orang, kebanyakan remaja dan anak-anak yang merusak properti dan mencoba merampok toko dan bank.

Protes tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah Hicham Mechichi, yang telah merombak kabinetnya di tengah pertempuran yang sedang berlangsung untuk mendapatkan pengaruh politik.

Daerah pedesaan di tengah dan selatan negara itu juga tetap menjadi titik api kerusuhan. Saksi mata mengatakan kepada Reutersbahwa protes terjadi pada hari Minggu di pusat kota Sbeitla dan Kasserine, di mana polisi mengejar para pengunjuk rasa dan menembakkan gas air mata.

Di kota Jelma, polisi membubarkan pemuda yang memblokir jalan dan membakar ban untuk memprotes marginalisasi dan kemiskinan mereka. Protes lainnya diadakan di kota Ras Djbel, Ksar Hlel, dan Beja. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home