Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 13:12 WIB | Minggu, 13 Desember 2020

Ketum PGI Apresiasi Penegakan Protokol Kesehatan Pilkada

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Pendeta Gomar Gultom. (Foto: Dok. satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Umum (Ketum) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom mengapresiasi pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 yang dinilainya berlangsung dengan protokol kesehatan COVID-19 yang baik.

Pdt Gomar Gultom Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (13/12), menilai keberhasilan itu merupakan cermin solidaritas dan sinergi para penyelenggara pilkada, pemerintah pusat dan daerah serta seluruh rakyat dalam menjalankan salah satu instrumen demokrasi yang penting.

"Saya atas nama Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, mengucapkan syukur dan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas keberhasilan penyelenggaraan pilkada ini," ujarnya.

Sebelumnya, pemungutan suara dikhawatirkan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Namun, menurut Pdt Gomar Gultom yang mengaku memantau TPS melalui jaringan umat dan pengurus PGI di 270 daerah, penegakan secara ketat protokol kesehatan serta sosialisasi masif dari pemangku kepentingan tentang 3M, membuat kekhawatiran tersebut tidak terjadi.

Pilkada diharapkannya menjadi semangat baru masyarakat mengingat Indonesia telah menjadi satu dari sedikit negara di dunia yang berhasil melaksanakan pemilu di tengah Pandemi COVID-19.

Sebelumnya, Majelis Pengurus Harian (MPH) PGI telah menerbitkan pesan pastoral menjelang pilkada sebagai bekal umat untuk menentukan pilihan, di antara pesan pastoral itu, PGI meminta kepada umat agar menggunakan hak pilih sebagai bentuk tanggung jawab iman dan kewarganegaraan.

Sebagai warga negara, umat dipanggil untuk menjadikan pilkada sebagai sarana untuk mengembangkan kualitas demokrasi substansial demi terwujudnya kebaikan bersama.

Pesan pastoral itu juga meminta agar umat tidak tersandera oleh sikap yang pragmatis dan transaksional dengan menjauhkan diri dari praktik menjual suaranya kepada calon kepala daerah demi alasan-alasan kebutuhan dana bagi pengembangan pelayanan atau pembangunan di lingkungan gereja. (Antara)

 

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home