Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 07:49 WIB | Minggu, 27 Desember 2020

Khawatir Varian Baru COVID-19, Jepang Larang Masuk Orang Asing

Perempuan Jepang mengenakan kimono dan masker pelindung berjalan di Tokyo, Jepang pada November lalu di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) dinegara itu. (Foto: Reuters)

TOKYO, SATUHARAPAN.COM-Jepang pada hari Sabtu (26/12) mengatakan akan melarang sementara warga negara asing non residen memasuki negara itu karena memperketat perbatasannya setelah mendeteksi varian baru virus korona yang sangat menular.

Larangan itu akan berlaku mulai 28 Desember hingga Januari, kata pemerintah dalam pernyataan lewat email. Warga negara Jepang dan warga asing akan diizinkan masuk tetapi harus menunjukkan bukti tes virus corona negatif 72 jam sebelum berangkat ke Jepang dan harus menjalani karantina selama dua pekan setelah kedatangan, kata pernyataan itu.

Jepang pada hari Jumat (25/12) melaporkan kasus pertama dari varian yang menyebar cepat pada penumpang yang datang dari Inggris. Varian baru juga telah terdeteksi pada seorang pria yang mengunjungi Inggris dan anggota keluarganya, kasus pertama orang yang terinfeksi ditemukan di luar pemeriksaan bandar udara, menurut laporan Nippon TV pada hari Sabtu.

Ketegangan baru menambah kekhawatiran tentang lonjakan jumlah kasus karena Tokyo melaporkan rekor kenaikan lain pada hari Sabtu.

Infeksi virus yang menyebabkan COVID-19 mencapai rekor dengan 949 kasus di ibu kota ketika Jepang memasuki liburan Tahun Baru yang biasanya membuat orang berdatangan dari ibu kota ke provinsi-provinsi.

Pusat transportasi Tokyo melemah, kata media lokal, sehari setelah Perdana Menteri Yoshihide Suga, di bawah tekanan karena kasus terus meningkat, mendesak warga negara untuk tinggal di rumah dan menghindari pertemuan sosial.

Dengan perayaan Tahun Baru yang berpusat di sekitar pertemuan keluarga dan kunjungan massal ke kuil dan tempat suci, para ahli telah memperingatkan pengekangan publik akan sangat penting untuk mencegah tingkat infeksi meningkat lebih jauh di tengah kekhawatiran kelelahan akibat pandemi.

Bulan madu politik pada awal pemerintahan Suga setelah mengambil jabatannya pada bulan September telah berakhir, dengan popularitasnya merosot setelah banyak kritik dilontarkan. Dia dinilai lambat bereaksi terhadap meningkatnya infeksi di Tokyo, dan karena menghadiri acara makan malam steak bersama yang menyimpang dari seruannya sendiri untuk berhati-hati.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home