Loading...
INDONESIA
Penulis: Bayu Probo 07:04 WIB | Kamis, 26 Mei 2016

Kivlan Zen Tuduh Komunis Susupi Pemerintahan Jokowi-JK

Semasa masih menjadi calon presiden, Joko Widodo pun ditiduh menganut paham komunis. Ilustrasi. Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (kiri) menyalami sejumlah buruh ketika berkunjung ke PT Daehan Global di Kawasan Berikat Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/7/14). (Foto: Antara/Widodo S Yusuf)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menuduh penganut paham komunis sudah menyusup dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Pernyataannya disampaikan di Jakarta, Rabu (25/5) pada kegiatan diskusi yang diselenggarakan di kantor Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri. Kivlan memaparkan adanya pergerakan komunis gaya baru yang dia anggap tengah bersiap untuk bangkit di Indonesia.

“Kalau komunis gaya lama tampilannya sudah ada di konstitusi dan kepengursan partai. Tapi yang gaya baru partainya tidak ada tapi orang-orangnya sudah menyusup ke tingkat pemerintahan,” kata Kivlan.

Menurut Kivlan, indikasinya adalah diadakannya simposium PKI yang berlangsung beberapa waktu lalu merupakan aksi pembiaran yang sengaja dilakukan oleh pemerintah. Ia berjanji akan mengadakan simposium tandingan dalam waktu dekat.

Selain itu ia juga protes dikatakan berlebihan terkait aksi sweeping atribut PKI. “Polisi tegas, Menhan juga tegas. Tapi Jokowi (Presiden, red) dan Luhut (Menkopolhukam) bilang jangan berlebihan, malah dibilang baju trendi. Justru itu awal dari kebangkitan PKI,” ujar Kivlan.

Dia berpendapat, peristiwa penggunaan lambang yang identik dengan komunisme tersebut di negara-negara Eropa masih bisa dimaklumi karena pola pikir masyarakatnya yang telah maju sehingga bisa mengerti dan memahami batas-batas idealisme sebuah negara.

“Kalau kita masih negara berkembang dan masih ada kecurigaan paham komunis akan bangkit lagi,” ujar Kivlan menegaskan.

Sebelumnya, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan berkomentar mengenai maraknya remaja yang mengenakan pakaian dengan atribut palu-arit dan beberapa temuan spanduk di sejumlah daerah yang menggunakan lambang serupa.

Menteri Luhut menilai penertiban agar jangan dilakukan secara berlebihan karena masih dilakukan proses pendalaman dan dikhawatirkan penggunaan atribut tersebut hanya sebagai bagian dari budaya pop atau grup musik tertentu yang menggunakan atribut serupa.

Jokowi Saat Capres Dituding Komunis

Semasa masih calon presiden, Jokowi pun sempat dituduh menganut paham komunis. “Banyak kampanye hitam yang menyebarkan berita bohong kepada diri saya. Sejak awal saya diamkan, tapi malah makin menyebar ke mana-mana,” kata Joko Widodo yang capres nomor urut 2 itu, menjawab pertanyaan pers di Bandung, Kamis (3/7/14).

Pada kesempatan tersebut, Joko Widodo didampingi oleh Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah tim pemenangan.

Menurut Jokowi, panggilan Joko Widodo, dirinya sudah berusaha sabar dengan mendiamkannya, tapi tudingan-tudingan terus bermunculan.

“Sekarang muncul lagi, tudingan komunis. Ini sudah penghinaan dan keterlaluan,” kata Jokowi.

Menurut dia, kalau ada relawan yang marah akibat tudingan tersebut, hal itu wajar saja, karena relawan Jokowi-JK jumlahnya jutaan atau puluhan juta, tidak mungkin semuanya bisa menahan sabar.

Jokowi mengaku sudah berkali-kali mengingatkan relawan, agar jika ada perilaku tidak baik dari pihak lain, dibalas dengan kebaikan.

“Saya sudah berkali-kali mengingatkan hal ini kepada relawan,” katanya.

Jokowi mengatakan sebagian besar rakyat Indonesia sudah tahu siapa Jokowi, siapa keluarganya, di mana domisilinya.

“Bahwa tudingan komunis itu sama sekali tidak benar,” katanya.

Namun, ia menyayangkan adanya media massa yang pemberitaannya tendensius dan turut memanas-manasi situasi, sehingga wajar kalau ada yang marah. (Ant)


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home