Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 16:06 WIB | Kamis, 22 September 2016

Korban Meninggal Banjir dan Longsor Jadi 26 Jiwa

Sebuah alat berat membersihakan material banjir yang roboh akibat diterjang banjir bandang aliran Sungai Ciamanuk di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (21/9). Berdasarkan data sementara Basarnas Jabar korban meninggal bertambah menjadi 23 orang, belasan orang hilang, 57 rumah hanyut dan 633 rumah terendam serta 59 luka-luka akibat. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Korban meninggal bencana banjir bandang dan tanah longsor di Garut dan Sumedang meningkat menjadi 26 jiwa, sementara 19 lainnya masih dinyatakan hilang.

Bantuan sudah mulai berdatangan ke Garut, Jawa Barat, di mana 23 orang meninggal dan 19 lainnya masih hilang usai hujan lebat memicu terjadi banjir bandang, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari Kamis (22/9).

Air banjir yang surut menunjukkan dampak kerusakan akibat bencana itu, dengan beberapa rumah runtuh dan mobil-mobil terbalik serta puing-puing berserakan di jalanan berlumpur.

Dua belas anak berusia di bawah 12 tahun termasuk di antara para korban yang meninggal dan hilang, meski beberapa anak belum diidentifikasi secara resmi, kata BNPB.

Tim bantuan dan personel militer sudah dikerahkan ke Garut untuk mencari korban yang masih hilang, sementara beberapa drone menilai skala kehancuran dari udara, kata kepala BNPB Willem Rampangilei.

"Ada banyak makanan dan air bersih yang tersedia. Masyarakat juga turut membantu," kata Rampangilei, menambahkan bahwa laporan bencana itu telah dikirim ke Presiden Joko Widodo.

Tempat penampungan sementara dan dapur darurat telah didirikan untuk membantu sekitar 430 orang yang kehilangan tempat tinggal.

Sedangkan di Sumedang, tim penyelamat masih mencari satu orang korban tanah longsor yang menyebabkan tiga orang meninggal. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home