Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:32 WIB | Senin, 22 Juni 2020

Korut Siapkan Ribuan Balon dan Jutaan Selebaran ke Korsel

Gambar yang tidak bertanggal ini dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), kantor berita resmi Korea Utara pada 20 Juni 2020 menunjukkan sedang mempersiapkan selebaran anti Seoul di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. (Foto: AFP)

PYONGYANG, SATUHARAPAN.COM-Korea Utara mengatakan pada hari Senin (22/6) bahwa pihaknya telah menyiapkan ribuan balon dan jutaan selebaran sebagai persiapan untuk "hukuman pembalasan" terhadap Korea Selatan.

Rinciannya, dalam sebuah laporan media pemerintah, datang sehari setelah Korut mengatakan mereka bersiap untuk memulai kampanye selebaran anti Selatan menyusul serangkaian kecaman pedas Seoul karena selebaran anti Utara yang melayang di atas perbatasan.

Para pembelot di Selatan mengirim selebaran semacam itu, yang mengkritik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un atas pelanggaran hak asasi manusia dan ambisi nuklirnya. Pesan-pesan itu biasanya diterbangkan dengan balon atau dikirim dalam botol untuk mengambang di air.

Para analis mengatakan Korea Utara telah melakukan serangkaian provokasi yang bertujuan memaksa konsesi dari Seoul dan Washington.

"Persiapan untuk distribusi selebaran terbesar melawan musuh hampir selesai," menurut sebuah laporan oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA). "Lembaga penerbitan dan percetakan di semua tingkatan di ibu kota telah menghasilkan 12 juta selebaran dari semua jenis yang mencerminkan kemarahan dan kebencian orang-orang dari semua lapisan masyarakat," katanya.

Lebih dari "3.000 balon dari berbagai jenis yang mampu menyebarkan selebaran jauh di dalam Korea Selatan, telah disiapkan," tambah kantor berita KCNA.

Hubungan antar Korea telah membeku selama berbulan-bulan, setelah runtuhnya pertemuan puncak di Hanoi antara Kim dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump awal tahun lalu.

Pertemuan itu kandas pada apa yang bersedia diberikan Korut sebagai ganti pelonggaran sanksi. Korut yang bersenjata nuklir dan miskin menjadi sasaran berbagai sanksi Dewan Keamanan PBB atas program senjata yang dilarang. (AFP)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home