Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 13:53 WIB | Rabu, 31 Juli 2019

Kota Yogyakarta Segera Luncurkan “Jogja Cross Culture”

Kota Yogyakarta Segera Luncurkan “Jogja Cross Culture”
Ilustrasi poster Jogja Cross Culture 2019. (Foto: Jogja Cross Culture)
Kota Yogyakarta Segera Luncurkan “Jogja Cross Culture”
Jumpa media Jogja Cross Culture 2019 menghadirkan nara sumber Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi (batik coklat) didampingi Program Director JCC Altiyanto Henryawan, Selasa (30/7). (Foto : Moh. Jauhar al-Hakimi)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Bertempat di ruang rapat Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Kota Yogyakarta, Selasa (30/7) siang digelar jumpa media pelaksanaan peluncuran “Jogja Cross Culture (JCC)” menghadirkan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi dan Program Director JCC Altiyanto Henryawan.

Jogja Cross Culture merupakan sebuah pilot project gerakan budaya hasil partnership  antara komunitas para budayawan dan seniman muda Yogyakarta dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Jogja Cross Culture akan digelar pada 3 dan 4 Agustus 2019 di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Tahun 2018, dalam Forum ASEAN Ministers Responsible for Culture and Art, Kota Yogyakarta dikukuhkan sebagai Kota Budaya ASEAN periode tahun 2018-2020. Pengakuan internasional ini membuat Yogyakarta tidak lagi hanya dipandang sebagai aset budaya nasional, tetapi ditempatkan sejajar dengan kota budaya lain di dunia.

Merespon hal tersebut, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggandeng komunitas seniman-seniman muda Jogja menyusun Program Jogja Budaya. Program tersebut merupakan sebuah gerakan berbasis budaya dengan mengusung semangat Gandeng-Gendong yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Gandeng-Gendong adalah perwujudan filosofi gotong royong berbagai elemen masyarakat yang terbagi menjadi 5 K: Keprajan Kota Yogyakarta, Kampung, Kampus, Komunitas, dan Korporat, ditambah dengan satu lagi elemen Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Dengan tema Unity in Infinity, ini untuk menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki kultur yang sangat luas. Tetap melestarikan dan menjaga nilai-nilai tradisi Yogyakarta dengan seni-budayanya sekaligus memunculkan atau memberikan pesan bahwa Yogyakarta juga merupakan bagian masyarakat dunia sekitarnya di masa modern sekarang ini dimana peristiwa cross culture (silang budaya) semakin tumbuh dan berkembang di Yogyakarta,” jelas Heru Purwadi dalam jumpa media, Selasa (30/7) siang.

Berikut agenda kegiatan Jogja Cross Culture 2019 yang berlangsung 3-4 Agustus 2019 di seputaran Titik Nol Kilometer Yogyakarta:

Sabtu, 3 Agustus 2019

15:00 WIB Festival Jamu dan Kuliner - JAMFEST

19:30 WIB PAMBUKA

20:00 WIB Wayang Kota dengan peentasan Wayang Ukur dalam lakon Kancing Jaya

Minggu, 4 Agustus 2019

08:00 WIB Historical Trail - Jeron Journey

10:00 WIB Jogja Sketsa bersama Maestro Djoko Pekik, Kartika Affandi, dan perupa senior lainnya

12:00 WIB Keroncong Paramuda

15:00 WIB Dolanan Bocah - nJaba Latar

16:00 WIB nJoged nJalar - Jog Jag Nong

19:30 WIB Historical Orchestra – Selaras Juang

20:30 WIB Celebration (Peluncuran Gandhes Luwes; Jenang Golong Gilig; Road to Jogja Cross Culture 2020)

Informasi seputar penyelenggaraan Jogja Cross Culture 2019 bisa diakses pada kanal instagram @jogjacrossculture, twitter @jogjacrossculture, facebook page Jogja Cross Culture-JCC atau bisa menghubungi no telpon 0813-9210-7496 serta surel jogjacrossculture@gmail.com.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home