Loading...
INDONESIA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 13:07 WIB | Rabu, 30 Maret 2016

KPK Bekali 1.000 Guru PAUD Nilai Antikorupsi

Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). (Foto: kpk.go.id)

SURABAYA, SATUHARAPAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi pembekalan nilai-nilai antikorupsi kepada 1.000 guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Surabaya, Jawa Timur. Pembekalan itu disampaikan dalam seminar "Guru Antikorupsi, Penggerak Perubahan" di Surabaya, hari Senin (28/3).

Seminar yang dihadiri oleh Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini itu, merupakan bagian dari tindak lanjut kegiatan Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), yang telah memberikan 1.000 permainan Sembilan Nilai Antikorupsi (SEMAI) kepada 1.000 PAUD di Kota Surabaya pada bulan Juli 2015.

Dalam workshop tersebut, para guru dibekali pengetahuan oleh pakar hukum pidana, Gandjar Laksmana Bonaprapta, seputar delik-delik korupsi, beragam modusnya, serta konsekuensi hukumnya.

KPK berharap, melalui seminar itu, peserta bisa menghindari korupsi, serta mendorong perubahan dengan mengoptimalkan perannya sebagai guru dan ibu di rumah masing-masing.

“Sebagai guru, ia menginspirasi para murid, orang tua murid, dan sesama guru lainnya. Di rumah, ia mendidik anak-anak dan memberi pengaruh positif bagi suami,” kata Basaria.

Menurut Basaria, itu sebabnya gerakan SPAK menyasar kaum perempuan yang dipandang memiliki peran strategis di rumah dan masyarakat.

Kesadaran itu, dikatakan oleh Basaria, "Tak hanya melalui kegiatan workshop dan sosialisasi, melainkan juga bisa dilakukan dengan hal sederhana dan menyenangkan dengan tetap mengedepankan pesan moral yang kuat, berupa permainan SEMAI. Dari sini, anak-anak diharapkan akan memahami pesan moral dengan mudah, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter mulia dan berintegritas."

“Nilai-nilai ini jika diajarkan sejak dini, kami yakini akan memberi manfaat hingga mereka tumbuh besar,” ucap Basaria.

Seperti namanya, permainan ini berisikan sembilan nilai antikorupsi, antara lain kejujuran, kepedulian, kemandirian, keadilan, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, keberanian, dan kedisiplinan. SEMAI diluncurkan pertama kali bersamaan dengan peringatan setahun Program SPAK pada tanggal 21 April 2015 di Jakarta.

Permainan ini bisa dimainkan berdua atau berkelompok, terdiri atas papan permainan, kartu putih berisi situasi, dan kartu merah berisi pertanyaan untuk hukuman. Pada papan permainan, terdiri atas dua bagian. Masing-masing bagian terdiri atas sembilan kotak bergambar yang bertuliskan nilai-nilai antikorupsi tersebut.

Dengan permainan yang berbasis pembiasaan pada situasi antikorupsi, KPK berharap nilai-nilai tersebut bisa dengan mudah dicerna, dipahami, dan ditiru. Sehingga internalisasi nilai, dilakukan secara alamiah dan menyenangkan.

“Permainan yang berisi nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, keadilan, tanggung kawab, kerja sama, sederhana, keberanian, dan disiplin. Mungkin manfaatnya tidak segera dirasakan, tetapi KPK yakin permainan ini akan memberikan pengaruh positif pada pribadi anak-anak di masa depan,” kata Basaria.

Saat ini, SEMAI digunakan sebagai salah satu alat bantu oleh 550 agen SPAK yang telah menyampaikan pesan antikorupsi kepada lebih dari 200.000 orang di 16 provinsi. Kelahiran permainan antikorupsi ini dipicu oleh umpan balik dari para agen SPAK yang melihat bahwa anak-anak menyenangi permainan. Selain SEMAI, gerakan SPAK juga menggunakan alat bantu permainan lainnya, seperti Arisan Antikorupsi, Lima Jodoh (Majo), dan Putar-putar Lawan Korupsi. (kpk.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home