Loading...
DUNIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:01 WIB | Sabtu, 18 April 2020

Krisis APD Inggris Sarankan Dokter Perawat COVID-19 Tanpa Gaun Medis

Para petugas medis bertepuk tangan di luar Rumah Sakit Chelsea dan Westminster menyambut aksi tepuk tangan dari warga untuk pekerja NHS (Layanan Kesehatan Nasional), yang bertugas menangani wabah COVID-19 di London, Inggris (16/4/2020) waktu setempat. (Foto: Antara/Xinhua/Tim Ireland)

LONDON,SATUHARAPAN.COM – Staf kesehatan Inggris disarankan untuk merawat pasien COVID-19 tanpa gaun medis akibat kelangkaan peralatan, demikian lansiran surat kabar Guardian, Jumat (17/4).

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan kepada komite pembuat UU bahwa Inggris "krisis gaun medis" tetapi memiliki 55.000 gaun tambahan yang tiba pada Jumat (17/4). Pihaknya bermaksud mendapatkan peralatan yang tepat, yang dibutuhkan pada akhir pekan ini.

Guardian melaporkan, dengan rumah sakit di seluruh Inggris bakal kehabisan pasokan dalam beberapa jam, Kesehatan Masyarakat Inggris mengubah pedoman yang menetapkan baju bedah tahan air harus dipakai untuk prosedur rumah sakit berisiko tinggi.

Saran baru itu menyebutkan bahwa ketika kehabisan gaun medis, pilihan alternatifnya yakni menggunakan celemek plastik, meminjam pasokan dari rumah sakit lain, atau mengenakan baju pelindung luar, lapor Guardian.

Sementara itu, Sky News melansir bahwa para dokter dan perawat juga telah disarankan agar baju pelindung sekali pakai dapat digunakan kembali, mengingat krisis tersebut.

Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial tak langsung menanggapi permintaan berkomentar mengenai perubahan anjuran tersebut. (Reuters/Ant)

 

 

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home