Loading...
RELIGI
Penulis: Bayu Probo 15:00 WIB | Minggu, 14 Agustus 2016

“Lausanne Young Leaders’ Gathering Bagus Sekali”

Richard Coleman, anggota panitia YLG 2016 bicara pada pembukaan. (Foto: YLG 2016)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM – Dua peserta Lausanne Young Leaders’ Gathering (YLG 2016)—diselenggarakan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dengan tuan rumah Universitas Pelita Harapan (UPH)—mengaku sangat menikmati acara tersebut.

Acara yang dikuti lebih dari 1.000 peserta dari 153 negara ini menurut Victor Kilwake—peserta dari Nairobi Kenya, saat para pemimpin muda dari gereja-gereja dan lembaga pelayanan rohani di seluruh dunia berkumpul itu menumbuhkan rasa kesatuan dalam keberagaman. “Saya sangat tertarik saat kami bersama-sama memuji Allah dalam berbagai bahasa. Inggris, Spanyol, Mandarin, dan Arab,” kata staf The Navigators Kenya ini pada satuharapan.com di Bandung, Jumat (12/8).

Lain lagi menurut Sedooter Dio, peserta dari Nigeria. Pelatihan ini memperkaya dia sebagai staf pelayanan The Navigators Nigeria yang melayani kampus-kampus. “Sudut pandang para pekerja pelayanan dari negara-negara lain membuat keterampilan saya bertambah dalam melayani kerohanian para mahasiswa di kampus saya,” kata ayah tiga anak ini.

Dilansir dari Christian Post, YLG2016 diselenggarakan pada 3-10 Agustus 2016 di Jakarta, Indonesia. Terjadi sekali dalam satu generasi, ini adalah pertemuan yang ketiga Gerakan Lausanne (Lausanne Movement). Pertemuan sebelumnya yang diadakan berada di Singapura pada 1987 dan Malaysia pada 2006 yang memobilisasi dan menghubungkan para pekabar Injil untuk misi global. Acara ini juga memunculkan banyak persahabatan dan kemitraan pelayanan seumur hidup.

1.300 Pemimpin Muda, Lebih dari 150 Negara

Sebanyak 1.300 pemimpin muda di pelayanan Kristen dari lebih dari 150 negara berkumpul, berdoa, dan mencari pimpinan Tuhan dari generasi mereka untuk misi globalnya. Selama pertemuan, para peserta terhubung dalam lokakarya berbasis masalah dan kelompok regional, “laboratorium” strategis, dan dengan mentor senior dalam misi global saat ini. Mereka juga akan diundang untuk berpartisipasi dalam sebuah inisiatif yang disebut Pemimpin Generasi Muda (YLGen).

Gerakan Lausanne berkeinginan untuk menghubungkan pengaruh Injil di semua generasi untuk bekerja sama menuju visi Injil untuk setiap orang serta menjadi garam dan terang di setiap bidang masyarakat. Kisah-kisah di YLG 2016 dapat Anda akses di Lausanne Movement.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home