Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 11:19 WIB | Jumat, 02 September 2016

Lingkungan Adalah Bagian Penting Pembangunan Berkelanjutan

Ilustrasi: Presiden “Council of Presbyterian and Reformed Churches of Latin America” atau Aliansi Gereja Presbiterian dan Reformasi di Amerika Latin (AIPRAL), Gabriela Mulder. (Foto: alc-noticias.net)

SAO PAOLO, SATUHARAPAN.COM – “Air, makanan, dan keadilan Iklim adalah elemen penting pembangunan berkelanjutan,” pernyataan tersebut merupakan tema sentral dari pertemuan “World Council of Churches  Ecumenical Water Network” (Pertemuan Jaringan Pemelihara Air Dewan Gereja Dunia) yang didukung “Council of Presbyterian and Reformed Churches of Latin America” atau Aliansi Gereja Presbiterian dan Reformasi di Amerika Latin (AIPRAL) dan berlangsung di Sao Paolo, Brasil.

Seperti diberitakan di situs resmi Dewan Gereja Dunia, hari Kamis (1/9), Presiden AIPRAL, Gabriela Mulder mengatakan pihaknya merilis buku yang merangkum keadilan iklim, air dan pangan yang berjudul “We Are On Time.” untuk melaksanakan tema tersebut.

Mulder menjelaskan buku tersebut  menginspirasi tentang ciptaan Tuhan di dunia dipengaruhi aktivitas manusia antara lain  konsumerisme, keserakahan dan kurangnya tanggung jawab.

Tindakan tersebut, menurut Mulder, berkaitan dengan manusia yang di era modern ini cenderung menyepelekan karunia Tuhan.

Mulder menambahkan dari perspektif iman Kristen, buku “We Are on Time”  membahas topik-topik seperti air, perubahan iklim, alam sebagai ciptaan Tuhan, kesehatan lingkungan, keamanan pangan, keanekaragaman hayati, teologi lingkungan, paradigma baru, dan banyak lagi. “Buku ini menyoroti kompromi iman yang  memaksa kita untuk berbuat banyak di saat-saat krisis,” kata Mulder.

“We Are On Time”, menurut dia, adalah hasil dari berbagai diskusi dan pertemuan yang  berusaha menggumuli tentang Keadilan Iklim dan Air dari berbagai gereja di Amerika Latin yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

“Bagi Gereja Reformasi mensukseskan keadilan iklim adalah tindakan yang harus dilakukan.  Bagaimanapun juga isu keadilan lingkungan merupakan isu yang menjadi tanggungjawab Kristiani, dan juga sebagai komunitas iman,” kata Gabriela Mulder.

Dalam situs resmi Dewan Gereja Dunia dicantumkan imbauan seluruh gereja di dunia  saat ini agar turut mensukseskan Hari Doa Dunia, Perawatan dan Penciptaan.

Ajakan tersebut sesuai dengan kutipan dari Alkitab yakni manusia menghargai keutuhan ciptaan sama seperti  mengurusi Taman Eden, yang tertuang dalam Kejadian 2:15: “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden 1 untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”

Dewan Gereja Dunia menganggap penting keadilan lingkungan karena model pembangunan sekarang ini mengancam kehidupan dan mata pencaharian banyak orang, terutama di kalangan orang miskin di dunia. (oikoumene.org)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home