Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Melki Pangaribuan 23:02 WIB | Selasa, 22 November 2022

Lionel Messi Terpukul Berat Kalah dari Arab Saudi

Pemain Argentina Lionel Messi saat pertandingan Grup C Piala Dunia antara Argentina dan Arab Saudi di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, 22 November 2022. (REUTERS/DYLAN MARTINEZ)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Lionel Messi menyebut kekalahan secara mengejutkan Argentina dari Arab Saudi dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2022 sebagai "pukulan yang sangat berat".

Meskipun demikian Messi menjanjikan bahwa juara Amerika Selatan itu akan bangkit dari kekalahan tersebut.

"Ini pukulan yang sangat berat, kekalahan yang menyakitkan," kata Messi yang sudah menyatakan Piala Dunia 2022 sebagai Piala Dunia terakhirnya.

"Tetapi kami harus tetap percaya kepada diri sendiri," sambung pemain berusia 35 tahun itu.

"Tim ini tidak akan menyerah. Kami akan berusaha mengalahkan Meksiko," pungkas Messi seperti dikutip AFP.

Perjalanan Argentina menggapai trofi Piala Dunia pertamanya bersama Lionel Messi berantakan setelah secara mengejutkan tumbang 1-2 di tangan Arab Saudi dalam pertandingan pertama Grup C Piala Dunia 2022.

Tak terkalahkan dalam 36 laga sejak Juli 2019, Argentina unggul lebih dulu pada menit kesepuluh lewat gol penalti Lionel Messi.

Meskipun Albiceleste mendominasi laga itu, Saudi akhirnya mengalahkan mereka 2-1 gara-gara dua gol babak kedua yang diciptakan Saleh Alshehri dan Salem Aldawsari.

Sebelum Saudi menggulingkan Argentina, paling tidak ada lima kejutan paling menghebohkan dalam sejarah Piala Dunia. Berikut lima kejutan besar Piala Dunia lainnya seperti dikutip laman ESPN.

Inggris menyerah 0-1 kepada AS dalam Piala Dunia 1950

Inggris kalah oleh tim yang skuadnya dipenuhi pemain-pemain semiprofesional gara-gara gol Joseph Gaetjens.

Italia takluk 0-1 kepada Korea Utara pada Piala Dunia 1966

Italia pernah kalah dari tim-tim medioker saat itu seperti Irlandia pada 1994, Korea Selatan pada 2002, dan Makedonia Utara setahun lalu yang membuat mereka gagal ke Qatar, tetapi kekalahan dari Korea Utara 1966 adalah yang paling menyakitkan.

Argentina tunduk 0-1 kepada Kamerun pada Piala Dunia 1990

Gol semata wayang Francois Omam-Biyik pada menit ke-67 membuat tim Afrika itu menumbangkan Argentina tapi Argentina kemudian ke final untuk kalah dari Jerman Barat.

Prancis bertekuk lutut 0-1 kepada Senegal pada Piala Dunia 2002

Papa Bouba Diop menciptakan gol semata wayang setelah El Hadji Diouf menerobos lini pertahanan Les Bleus yang saat itu adalah juara bertahan.

Jerman ditekuk 0-2 oleh Korea Selatan pada Piala Dunia 2018

Juara bertahan Die Mannschaft kalah mengenaskan lewat dua gol masa injuri yang dibuat Kim Younggwon dan Son Heung-min. Korea Selatan saat itu dilatih Shin Tae-yong yang kini melatih Indonesia.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home